Dinding rumah mulai agak kusam,tandanya rumah harus segera ada perhatian.Ya plafon juga sudah ada sedikit ada sedikit kerusakan,ya lumyan lama rumah ini berdiri sekitar 5 tahun yang lalu.Suasanya halaman yang dulunya asri oleh bunga warna-warni kini seakan tiada lagi,hanya tertinggal berbagi saja,bunga tulip,melati satu batang,bunga anggrek pemberian tante.Semua itu prediksi ku harus segera di percepat mengingat rumah ku sebagai tempat kost,Penghuninya biar nyaman yang “punya rumah kudu”perhatian juga.Mengingat service itu dimana saja harus baik.Aku Punya tempat kos-kosan,dengan menjadikan rumah sebagai tempat beristirihat sejenak bagi yang membutuhkan,Tapi dalam yang ku alami aku tidak pernah menduga ada kejadian mengesankan,ini ceritanya,Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah keguruan yang ada di kotaku pada saat itu,dia cantik,manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih. Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost kerumahku jadi mudah bagiku tuk lebih jauh mengenalnya.
Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku ,ukh bahagianya aku.
Suatu hari aku ada acara keluar kota ,iseng aku mengajaknya pergi,ternyata dia menyambut ajakanku. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra,kadang tanganku iseng pura –pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal,aku memberanikan diri mengelus- elus pahanya sampai kepangkal pahanya . Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku.
Aku tarik tanganku dari rok hitamya lalu bertanya padanya boleh nggak aku menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink.mulanya dia menolak ,aku coba merayunya bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar.
Akhirnya dia mengangguk pelan,langsung aja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap,mengelus bahkan saat kuremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.Kupermainkan putting susunya dengan dua jari dia semakin mendesah ,sambil tetap menyetir aku tarik reslting celanaku dan aku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja ,aku pegang tangannya dan kutarik kearah penisku, saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya mungkin kaget karena baru pertama kali.
Dengan sedikit basa basi kembali kutarik tangannya tuk memegang penisku akhinya dia menyerah kemudian mulai mengelus penisku perlahan.
“ Ang,punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku “ katanya
“ Hmm,susumu juga kenyal sekali “ kataku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku
Tak lama kami sampai di kota tujuan,langsung aku cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu.
Malam kami ngobrol diberanda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv ,kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilnya ditubuhnya ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tanganku bisa bebas meremas remas susunya dan mempermainkan putingnya .
“ Akh,Ang jangan terlalu keras “ katanya kala kuremas dengan rasa gemas.
“ Maaf,habis susumu kenyal sekali “ kataku
“ Iya ,tapi sakit “ katanya
“ Iya pelan deh,kita pindah kedalam yuk “ kataku berbisik padanya dan mengangguk perlahan.
Sesampainya didalam aku peluk dia dari belakang,kuciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia bergelinjang kegelian sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya.
“ Akh,Ang ………..shhhhhhhh “ kata mendesah
Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan kulepas bajunya hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam.Kukulum bibirnya ,dia membalas kulumanku dengan penuh gairah.Tangannya mengusap-usap penisku sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga.
“Ukh,…teruskan yang “ kataku
“ Ikh besar sekali,panjang lagi “ katanya.
“ Ssssst ,”kataku sambil mengulum putting susunya yang makin menegang,tanganku kupergunakan untuk menurunkan cdnya .Kuusap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu – bulu hitam halus ,dia menggelinjang kegelian dan kulanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya hangat terasa.
“Akh,….teruskan pelan pelan “katanya sambil meremas penisku.Kemudian aku menurunka kulumanku pada susunya ke pusarnya ,dia mengangkat pinggangnya keenakan kuteruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya bibirnya tak henti-henti mendesah .
“Sekarang giliranmu sayang “kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya .Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang ,saat dia mulai mengulum penisku terbang rasanya menahan rasa nikmat .
Setelah itu kutelentangkan kekasihku yang putih,susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu- bulu hitam halus .Perlahan – lahan aku menaikinya ,kugosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku.Kemudian kutekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya ,pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya.
“Ayo,akh aaaaaaaakh teruskan sayangku” katanya sambil menarik pinggangku
“Baiklah ,sayang aku masukkan ya “ kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan karena takut dia kesakitan,sempit sekali.
“Aduh..,sakit Ang akh……..” katanya
“Sebentar juga hilang “ kataku,penisku keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat.Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.
“Terus ….lebih cepat akh………ukh nikmat sekali kontolmu yang” katanya berani mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjangnya 28 cm,penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.
“Akh…….terus goyang pinggulmu “ kataku padanya,dan dia menuruti kataku menggoyangkan pinggulnya Tak lama dia mengerang sambil memelukku erat rupanya dia telah mencapai orgasme,dia berbaring lemas dibawaku sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah .Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya ,melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini.Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai aktifitas kembali menaik turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat .Malam itu melakukannya sebanyak 6 kali sampai akhirnya tertidur pulas sampai pagi.
Selasa, 31 Januari 2017
KeponakanKU 15 Tahun
ku kuliah di suatu perguruan tinggi di kota Propinsi yang cukup ramai dan banyak hal yang aku dapat dari situ, dari hal baik sampai hal yang tidak baik. Aku sangat menikmati kehidupan masa kuliah yang menyenangkan karena mempunyai teman-teman dari berbagai daerah dengan logat yang berbeda-beda, sehingga kita sering tertawa kalau salah satu dari kita menggunakan bahasa asli daerah karena memang temannya yang lain terasa asing dengan kata-kata itu.
Aku kost di salah satu rumah warga yang dekat kampus dan aku merasakan keluarga ini menyenangkan sekali karena bisa menerima aku dan sampai-sampai disuruh memberikan didikan pada anak-anaknya yang masih *** dan sma yang baru memulai belajar mendapatkan karakter di hidupnya, dan setiap setengah bulan sekali aku pasti pulang untuk mengambil uang saku dari orang tua yang lumayan cukup di kehidupan kami.
Oh ya………….desa aku berada cukup ramai karena ada sekolah setingkat *** dan SMA Swasta yang bukan hanya satu tetapi mungkin ada 3, jadi banyak anak-anak dari desa lain untuk sekolah di tempat kami. Begitu juga dengan anak saudara kami dari seberang desa……..yang juga sekolah di sini, karena rumah orang tua aku sangat dekat dengan tempat sekolahnya maka keponakan aku tinggal dirumah orang tua aku.
Desy namanya, anaknya cantik dengan tubuh yang sedikit berisi….. dengan hidung mancung, mata agak sedikit sipit……..rambut lurus panjang dan cukup molek. Belum ada sesuatu yang menonjol tentang bagian-bagian yang sensitif di seluruh tubuhnya……….payudaranya belum kelihatan…….dan suara juga belum berubah, keluarga kami sangat menyayanginya.
Suatu hari ketika aku pulang untuk mengambil uang saku dengan kendaraan MegaPro kesayangan………..hari itu aku masih ingat….Jum’at sore ketika habis kuliah terakhir aku pulang ke kost sebentar lalu langsung cabut untuk pulang kampung……….kira-kira 2.5 jam perjalanan aku menuju ke kampung aku. Sampai di rumah sudah agak gelap karena jam 17.30 wib……..aku parkirkan kendaraan di sebelah rumah dan langsung masuk dari belakang seperti kebiasaan aku setiap harinya kalau di rumah………….”Bu………………..ibu……….”biasa aku menyapa Ibu kalau pulang. Lama aku tunggu ibu sambil melepas tas dari punggung dan melepas sepatu tetapi yang keluar Desy……….sambil berkata “Mas………Ibu, Bapak dan Adik pergi ke Kroya…………..belum tahu ya……..kan anaknya budhe Artin yang bernama iwan besok nikahan………….”. Sambil melepaskan sepatu aku lihat wajah Desy sambil mengangguk-aggukkan kepala…”Kenapa kamu nggak ikut Des……….?” tanya Aku, “Aku nggak ikut Mas………ada mid semester di sekolah” jawab Desy sambil menunggui aku yang masih kelelahan. “Aku buatkan teh hangat ya mas………….” tanya Desy pada Aku……….”Eh…….nggak usah repotin kamu nanti……………” Jawab Aku………..tetapi aku perhatikan Desy tak mendengarkan kata-kata Aku tetapi Dia sudah menuju ke dapur untuk membuatkan Aku teh hangat……….
Aku keluar rumah untuk melihat-lihat keadaan sambil mencium bau daun-daun di sekitar rumah yang masih tumbuh dengan segar……..tak seperti di kost yang sudah penuh dengan rumah tanpa ada tempat sedikitpun untuk tumbuh pohon yang rindang. Ketika sudah agak gelap aku masuk rumah dan mau mandi untuk bersihkan tubuh yang lengket karena keringat dan asap mobil………Aku ambil handuk dan menuju bilik ganti di sebelah kamar mandi………sambil melepas seluruh pakaian yang sudah kotor……….tetapi aku kaget ketika Desy keluar dari kamar mandi tanpa pakai baju sehelaipun…..memang handuk dan pakaian gantinya ada di balik bilik tempat aku berada………..aku tertegun melihat Desy……..begitu juga Dia………….Dengan reflek…aku langsung melihat ke bawah di antara selakangan dan darah lelaki naik…………..tanpa sadar Aku sudah merengkuh tubuh Desy yang masih kecil dan ranum………dengan payudara yang agak sedikit menonjol……….Desy tertunduk malu…….dan membiarkan tangan aku mengelus semua bagian tubuhnya……..
Aku berusaha mengulum bibirnya yang masih ranum………tetapi Desy menolak……..Aku mengarahkan tangannya yang lembut untuk memegang Senjata yang sudah menegang tak aturan………..darah aku semakin memanas karena jantung aku terasa berdebar lebih keras………”Takut Mas……..aku takut……………” Kata Desy sambil badannya bergetar…………..”Nggak usah takut………aku sayang kamu…………….” jawab Aku berbisik di telinganya. Desy mulai cair dan mulai meremas-remas Senjata Aku yang udah tak karuan………sambil aku tuntun untuk semakin mempercepat remasannya………….ough………..ough……….Aku merasakan nikmat………..Aku mulai dengan halus meremas-remas………milik Desy di antara dua selakangannya yang masih di tumbuhi……..rambut tipis……………Desy mngelinjang dan semakin kencang meremas senjata Aku ough………………..desah Aku menikmati remasannya……….
Kepala Desy Aku turunkan berhadapan dengan senjata yang menegang…Desy melihat Aku sambil geleng-geleng……..”sayang aku ingin…………….” kata Aku merayunya………..tetapi dia geleng-geleng ………dengan sedikit memaksa……..Aku arahkan kepala Desy menuju ke senjata Aku dan mulai mulutnya yang masih lembut menyentuh senjata Aku………ough………..nikmat dan mulai Aku rasakan panas mulut Desy di senjata………….ough……………..ough………..rintih Aku sambil mengelus-elus rambut Desy yang lurus panjang sebahu dan rambut yang menutupi wajahnya yang cantik Aku singkirkan………ough………….ough………….senjata Aku semakin keenakan karena mulut Desy terasa semakin panas………….
Aku gendong Desy yang masih telanjang menuju ke kamar Aku dan meletakkan di kasur………..Aku lumat bibir Desy dan mulai meremas-remas bagian sensitif di kedua selakangan yang putih bersih…..nafas Desy terasa sesak dan mendesah ah………….ah…………..Aku dengan lembut meremas-remas bagian itu dan mulai melumat dengan lembut kedua puting payudaranya yang masih kecil………Desy mengelinjang dan mendesah ough………….ough………..sambil kedua tangannya mencengkeram kencang ke dua lengan Aku…………..”Des……lampu belum dinyalakan dan pintunya masih terbuka…….aku mau menutupnya dulu…” bisik Aku………..Desy mengangguk dan dengan hanya memakai handuk aku menghidupkan semua lampu dan menutup semua pintu dan dengan tergesa-gesa menuju ke kamar tempat Desy yang masih telanjang.
Aku langsung menerkam Desy dan mulai melumat lagi putingnya dan menuju ke bawah……….untuk melumat bagian yang sensitif oh……….masih kecil dan sedikit menonjol disekirnya ditumbuhi rambut kecil yang halus………………..dengan menjulurkan lidah aku raih bagian sedikit membuka dengan pelan…….Desy mengelinjang dan aku mulai menerobos untuk membuka lubang depannya ough……………masih kecil dan tertutup rapat………….ough………ough desah Desy sambil Aku merasakan getaran hebat di dadannya ketika ujung lidah menuju lubang yang masih kecil………….Desy benar-benar bergetar…………..ough……………ough………….cairan putih keluar dari lubang itu berkali-kali dan bagian sensitif itu semakin berlendir………..
Aku sudah tak sabar karena Desy sudah benar-benar merasakan kenikmatan………….Aku dengan pelan-pelan memasukkan senjata ke dalam lubang itu…………….ah………..Desy menolak dan sedikit mendorong tubuhku untuk memegang senjata Aku dan mulai mengarahkan ke tempat yang pas ough………….ah………rintih Desy sambil berpegangan seprei yang sudah berantakkan……..ketika aku masukkan sedikit Desy merintih ah……………..ough………tetapi semakin lama semakin dalam dan ada bercak darah yang keluar………..Aku berbisik di telinganya “Aku sayang kamu………..Des………….”, “Aku juga sayang kamu Mas……..” ucap Desy sambil memperhatikan wajah Aku………sedikit aku cabut senjata dan aku masukkan pelan-pelan……….Desy merintih aah……………ough………..sambil mencengkeram erat di kedua lengan Aku…………….dan aku semakin berani mengerakkan senjata Aku………..Desy merintih nikmat ough…………….ough…………..sambil sedikit menahan sakit ah………………..ough……………..Aku sudah tak tahan dan Aku keluarkan senjata dan mulai keluar kenceng…………….crot……….ough………………..ough………………..perut Desy penuh lendir dari senjata ough……………ough…………….Aku arahkan senjata ke mulut Desy dan mulai di cemut……………ough……………ough……..Aku mendesah nikmat…………………Aku tergeletak di samping Desy……….dan Desy mengelus-elus dan menciumi tubuh Aku dan mulai meletakkan kepalanya di pundak Aku yang sudah terkulai………
Aku bagun…….kaget karena Desy sudah tidak ada dan aku masih telanjang dan kulihat jam dinding sudah pukul 20.30 wib. Ternyata Aku belum mandi aku segera cari celana dan kaos dan segera mencari Desy………..dan memanggilnya “Des………..desy…….” panggil Aku sambil keluar dari kamar………ternyata Desy udah ada di dapur sedang memasak telur mata sapi……….Aku ke arahnya sambil mendekapnya dari belakang dan mencium rambutnya dan terasa senjata Aku mulai agak menegang ketika mengenai pantat Desy……..”Sana kakak cepat mandi dulu nanti makan ………….” pinta Desy…….Aku dengan masih mendekapnya berbisik “Aku mau mandi kalau di mandiin kamu sayang……………”. Desy cuma tersenyum sambil menganggukkan kepalanya………….”Tapi makan dulu ya aku udah lapar……..” kata Desy………sambil menaruh telor mata sapi ke piring dan membawanya ke meja makan.
Dia mengambil dua piring dan segera mengambilkan nasi dan lauk ke piring Aku yang sudah duduk duluan……….dan Desy duduk tepat dihadapan Aku………..Dia tersenyum dan mengajak Aku untuk mulai makan…………….Aku makan dengan lahap karena dari tadi sewaktu dari kost belum makan, sambil memperhatikan Desy yang masih agak malu Aku perhatikan sambil ketawa……..selesai Aku makan…….menuju ke tempat duduknya dan berbisik ditelingannya “Sayang gimana rasanya enakkan………..” Desy membalikkan badan dan mencubit pinggang Aku sampai terasa sakit “ough……………..sakit” jerit Aku sambil menghindar dari kejaran Desy…………..Aku berhenti mendadak dan Desy menubruk Aku dan kami tersenyum sambil berpandangan………….mulutnya aku lumat dan Desy diam menikmati dan mulai sedikit membalasnya dan tangannya mulai memegang senjata yang mulai menegang………”Ayo…….aku gedong ke kamar mandi……….” bisik Aku ditelinganya Desy menganggukkan kepalanya…….dan mulai Aku gendong menuju kamar mandi……….dan Aku mulai melepas celana dan kaos dan mulai kelihatan senjata aku dan Desy agak malu untuk melihatnya………….Aku ambil kursi plastik untuk duduk dan mulai menyuruh Desy melumuri sabun ke seluruh tubuh…….sambil melepas satu persatu kancing baju Desy dan selanjutnya melepas BH dan Celana dalamnya…………….Aku melumuri seluruh tubuh Desy dengan busa sabun yang ada di tubuh aku dan membawanya menuju kedua belah regangan kakinya dan mulai mengusap-usap bagian sensitif itu dengan busa…Desy sedikit mengelinjang sambil berpegangan ke bahuku………
“Hay des……..gosokkan tubuhmu ke tubuh Aku………” pinta Aku pada Desy………..Ia menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mulai menggosokkan kedua puting payudaranya yang masih kecil ke tubuh aku yang penuh busa ough………………..Aku terpejam sambil menikmatinya……………..terasa mengelitik puting Desy kebagian tubuh…………..tangan ku julurkan kedepan……..diantara selakangannya dan Desy mulai memberi busa bagian sensitifnya dan mulai mengosokkan miliknya ke sekujur tangan Aku yang kanan……………geli………….ough………….Aku perhatikan Desy memejamkan matanya dan mulai terasa panas pegangan tangannya di bahuku dan dia merintih……………ough………….ough…………sambil matannya terpejam…………….dia membalikkan badannya dan terus menggosok lengan aku dengan miliknya yang paling sensitif ough…………….Aku merasakan terasa hangat bagian itu……….senjata semakin mengencang Aku rasa dan Desy ternyata Aku lihat udah paham dan dengan suka rela dan penuh nafsu……..menyiram senjata Aku dengan air dan mulai mengulumnya dengan pelan………….ough………………..ah………….Aku merintih “Des……………enak sekali…………….” seru Aku tak terkendali Desy semakin bersemangat ough………………….ough……………..Aku merintih terus-menerus karena memang enak sekali……………sambil aku berusaha mencari miliknya yang sensitif untuk melumurinya dengan busa dan meremas-remasnya……………..ough……………..
Aku sudah tak tahan……………Desy Aku pegang dan suruh menunging sambil berpengan pinggir bak mandi dan mulai memasukkan senjata ku ah……………..jerit Desy agak kesakitan………….dan mulai memegang senjata untuk mengarahkan ough………………….ough……………rintih Desy sambil menahan sedikit sakit……………….Aku jadi pelan-pelan menahan gejolak darah yang semakin membakar………………..ough…………….ough………………ough……………..sam bil menunduk Desy mendesah-desah………….Aku balik badannya dan Aku masukkan lagi………….ough………………dan Aku gendong didepan sambil masih senjata didalam miliknya…………….dan aku berjalan menuju ke kamar ough………………..ough………….ketika di jalan bokong Desy aku angkat dan turunkan keenakan ough………………..ough……………sambil kedua tangannya dilingkarkan dileher Aku…………………ough………….Aku turunkan di kasur dan mulai Aku gerakkan pinggul………..ough……………..ough…………..jerit Desy sambil sedikit menahan tubuh…………….dengan mata yang terpejam sambil menahan nikmat ough……………..ough……….sesekali memegang senjata agar tak terlalu masuk ough………………..ough………….rintih Desy antara keenakan dan menahan rasa sakit………….Aku udah tak ingat suara rintihan Desy karena Aku benar-benar menahan nikmat ough……………..ough…………….ah………………ah………..Desy merintih keras ketika Aku sudah tak terkendali untuk mengoyang pinggul aku keluar masuk…………….dan Aku keluarkan senjata dan ah………………….jerit aku ough………………..crot…………………lendir keluar keras dan aku letakkan di perut Desy………………….Aku lihat desy dengan mata terpejam dan tangan meremas erat seprei yang udah berantakkan dan di bawah pantatnya banyak bercak-bercak keperawanan…………..aku lemas tak berdaya tiduran di sebelah Desy yang masih klimaks………….
Kami terkejut karena HP berdering dan Desy langsung bangun karena hafal dengan suara dering HP tersebut……….dan lari menuju kamarnya. Aku mengikuti dari belakang “SMS dari siapa Des……….” tanya aku sambil menyelidik…….”Ini dari teman aku santi tadi aku sms untuk menemani udah didepan pintu….” kata Desy sambil mengambil pakaian dan melihat ke arah aku untuk memberi tanda biar cepat untuk mengambil pakaian karena aku masih telanjang bulat. Aku lari menuju kamar dan segera ganti baju dan merapikan rambut aku di kaca karena berantakan.
Kudengar dari kamar mereka sudah bercengkerama dan sedikit-sedikit tertawa………..aku penasaran juga pada teman Desy yang bernama Santi karena dari suarannya waktu gobrol kelihatannya anak ini cantik. Baru mau keluar kamar Desy udah memanggil “Kak……….teman aku mau kenalan nih………..”, Santy menimpali “Nggak kak…………..Desy…….bercanda……….”. Aku keluar dan benar juga………Santi benar-benar cantik…..seperti Indo dengan mata yang bulat dan Indah……….dan sedikit bongsor tak seperti anak Indonesia. Beberapa detik kami saling berpandangan dan tersenyum………….dan Santi sedikit malu tetapi kelihatan lebih tegar dan menyapa “Halo………..kakak……….baru datang ya…..” sambil mengulurkan tangan ke arah Aku “Nama aku santi temannya Desy………..”. “Ya……..ya…….tadi Desy udah cerita kalau kamu mau menemani karena dia sendiri dirumah, tak tahu kalau aku pulang…………..tidur disini aja ” sapa aku…….Santi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Aku……..
“Disana ramai ya kak………tak seperti sini………” tanya Santi dengan santai dan akrab banget….”Ya…….begitulah karena kota propinsi pasti cukup ramai………..” jawab aku sambil mengambil majalah yang ada di meja. Aku perhatikan Santi memang banyak bicaranya dan supel dan menyenangkan jadinya baru ketemu saja udah akrab banget tetapi aku juga menjaga perasaan Desy………”Eh….temannya dibuatkan minum dong………….” pinta Aku pada Desy tersenyum dan menuju ke belakang sambil agak berlari-lari kecil. “Kakak pasti udah punya pacar kan ?………” tanya Santi sambil menoleh ke arah aku dan tersenyum……….pasti dong kan mahasiswa cerocos Santi tanpa menunggu jawaban Aku………..Aku cuma tersenyum padanya……….”Aku belum punya pacar tolong dong cariin………” jawab Aku menantangnya……..”Ehmmmm………….nanti ada yang marah kak…..” kata Santi sambil melirik ke arah Desy yang sedang menaruh teh di meja………”Ih………kagak………masak Aku dengan kakak……………” sela Desy…….sambil tersenyum ke arak aku penuh arti……….
“Yang benar aja Des…………..nanti kalau aku mau sama kakak kamu gimana……………” goda Santi pada Desy…………..”Benar…….aku tidak apa……….” sela Desy………”sudah-sudah semua pacar aku deh……….” sahut aku bercanda dan desy sama santi menyahut hampir bersamaan “Enak aja…………..”. Aku perhatikan Santi sudah pernah pacaran tetapi mungkin belum pernah merasakan senjata………….dan aku lihat sekali-sekali mencuri padang ke arah Aku……………sampai Desy cemberut di buatnya………..Aku lihat Desy mulai kantuk dan mengajak Santi untuk tidur………..tetapi Santi menolak “Sebentar………aku lagi baca seru nih……………”. “Aku bobok dulu ya dan kamu biar ditemani kakak……….” kata Desy sambil menuju ke kamarnya karena lelah mendapat bogem mentah dua kali dari Aku.
Aku dan Santi sibuk membaca majalah sendiri-sendiri dan tak kami sengaja ketika dia memperhatikan aku…………..mata aku juga menuju ke arahnya beberapa detik kami sambil melihat dan Aku mulai tersenyum mengodannya dan berdiri untuk menghampirinya dan tak tahu awalnya aku sudah menidurkannya di sofa dan mulai melumat bibirnya sambil memasukkan tangan ke dalam rok pendek dan mulai meremas-remas bagian itu………..sesekali Santi mengelinjang……..dan aku sudah menemukan payudara yang cukup kenyal tak seperti Desy……….dan mulai aku singkapkan kaos dan BH nya………….dan mulai melumat…………..Santi hanya bisa mendesah ough………………ough…………..aku tak sabar untuk memulai dan takut kalau Desy melihatnya makanya langsung aja aku lepas celana dalam Santi dan mulai mengulumnya………..ough………ah…………….desahan Santi semakin keras………..aku lepas celana dalam aku dan duduk………lalu pantat santi aku arahkan ke senjata yang menegang dan ough……………jerit Santi ketika senjata aku tak pas masuknya dengan dituntun jari jemari lentik Santi senjata mulai menembus lubang diantara selakangan putihnya dan ough…………..ough…………….Santi merintih sambil mendekap ke arah aku……….ough………………ah……..ketika sedikit aku goyang pinggul dan pantat………………ough……………ough…….rintih mulut Santi didekat telingaku karena tangannya memegang erat leher aku sambil merintih………rintih keenakan………….ough………….ough…………..karena ketakutan sama Desy……………Aku keluarkan senjata aku dan ough………….crot………….crot………….dan aku berbisik dengan Santi……….”Nanti pura-pura tidur kalau aku main dengan Desy………..dan ketika aku sudah main kamu pura-pura bangun…..pasti Desy……..memperbolehkan Aku berhubungan dengan kamu”………..Santi menganggukkan kepalanya untuk menuju ke kamar mandi…………..
Beberapa menit kemudian dia sudah menuju kamar Desy untuk tidur……….seperti udah aku susun rencana. Aku tunggu 15 menit dan akupun masuk ke kamar Desy………dan aku perhatikan Desy tidur di sebelah pinggir dan Santi di sebelahnya hadap ke tembok…..Desy………agak kaget waktu aku masuk ke kamarnya dan memberi tanda sambil menunjuk-nunjuk Santi……….Aku berbisik ditelinganya “Aku……….sudah tak tahan ingin lagi………”. Desy memberi tempat dan Aku dan Desy mulai mengulum dan aku mulai cepat melepas celana dalam dan melepas semua yang melekat di tubuh Desy…….dan langsung menancapkan senjata ough………..rintih Desy……………Aku pura-pura memberi tanda telunjuk padanya dan mulai mengoyang……….ough……………..ah rintih Desy agak keras dan aku lihat Santi pura pindah menghadap ke arah kita dan…….Hah……….Santi bangun dan melihat ke arah Desy……..Aku pura-pura memberi isyarat pada Santi dan bicara pelan…….”San nggak usah cerita ya………..” dan Santi menyahut…….”Asal aku boleh sambil melihat ke arah aku………” dan Aku meminta restu Desy……..Desy mengangguk …………..dan aku mulai melepas juga semua kain yang menutupi tubuh Santi…….dan kita bertiga telanjang………Aku mulai duduk di pinggir bed Santi dan Desy aku suruh turun dan mereka bergantian melumat senjata ough………………..ough………..aku merintih nikmat sambil mengelus rambut mereka berdua ough………………ugh……………enak banget bisik aku Santi dan Desy tersenyum sambil masih gantian melumat senjata yang semakin mengeras ough……………………..ough…………aku mulai tiduran dan Desy naik ke atas dan mulai memasukkan senjata di selakangannya dan ough…………………ah………….rintihnya dan Santi memegang tubuh Desy dan mulai mengarahkan bibirnya ke arah mulut Aku dan …………..tubuhnya aku angkat…….Santi tahu mengarahkan selakangan ke mulut aku dan mulai ough………..ough………………..Desy meminta Santi untuk gantian …………………………..dan aku mulai klimaks………ough…………………ough…………..senjata di dalam selakangan Santi aku ambil dan ough……………crot………………ough………………
abg ***
Masa itu masa awal kenalanku, masa awal naluri lelakiku bermain. Dan dia menjadi awal dari semua nafsu seks masa puber yang bergejolak. Cerita panas berikut menceritakan aksi seksku pada masa ***.
Namaku [ Sensor ], ketika aku ***, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD.
Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat menggairahkan nafsuku. Maklumlah turunan dari ibunya yang bertubuh bongsor dan montok.
Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan Lena, sekedar untuk melihatnya dari dekat, apalagi payudaranya mulai terlihat bentuknya. Aku pun mulai mengincarnya, suatu ketika aku akan mendekatinya, pikirku.
Dihari berikutnya saat Marlena pulang dari sekolah langsung menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum kering, karena di rumah lagi tidak ada orang, akupun mengikutinya. Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya.
"Len…udah pulang..?" iya kak, sambil melepas sepatunya.
"Awas dong…mau ganti baju nih…!" katanya memohon.
"Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya…!" pintaku padanya.
"Iya…..boleh…" ungkapnya.
"Aku masuk ya…!" pintaku dari luar sambil membuka pintu. Wow..seperti bidadari Marlena memakai daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tidak percaya akan pemandangan itu.
"Len…kamu cantik sekali pakai baju itu..!" ungkapku jujur padanya.
"Masa sih..!" kata Marlena sambil berputar bergaya seperti peragawati.
"Aku boleh bilang sesuatu nggak Len…?" tanyaku agak ragu padanya.
"Mau bilang apaan sih kak…serius banget deh kayaknya…!" ungkap Marlena penasaran.
"A..aku.. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja…!" ungkapku memberanikan diri.
"Aku janji nggak ngapa-ngapain….sungguh..!" janjiku padanya.
"Iiih…peluk gimana sih.., emang mau ngapain…, nggak mau ah…!" bantahnya.
"Sebentar….aja….ya…Len.." kembali aku membujuknya, jangan sampai dia jadi takut padaku.
"Ya udah cepetan ah…yang enggak-enggak aja sih…" ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku.
Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan.
Gila..kontolku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Marlena yang empuk dan bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu.
"Iiih….diapain sih tuh…udah….ah…!" seru Marlena sambil berusaha melepaskan pelukanku.
"Aku terangsang Len…abis kamu cantik sekali Len…!" ungkapku terus terang.
Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran.
"Anunya bangun ya kak…?" tanya Marlena heran.
"Iya Len…aku terangsang sekali…" ungkapku sambil mengelus-elus celanaku yang menyembul karena kontolku yang sudah tegang.
"Kamu mau lihat nggak Len…?" tanyaku padanya.
"Nggak ah…entar ada orang masuk lho…!" katanya polos.
"Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya…!" ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan.
Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu.
Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Marlena masih di kamar itu menunggu dengan malu-malu, tapi juga penasaran.
"Ya udah aku buka ya…..?" ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan.
Kulihat Marlena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah kontolku yang sudah kembali ngaceng.
"Nih lihat….cepetan mumpung nggak ada orang…!" ungkapku pada Marlena sambil kuelus-elus kontolku di depannya. Marlena pun melihatnya dengan tersipu-sipu.
"Iiih ngapain sih…. Malu tahu…!" ungkapnya pura-pura.
"Ngapain malu Len…kan udah nggak ada orang…" kataku berdebar-debar.
"Mau pegang nggak….?" Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tampak muka Marlena mulai memerah karena malu, tapi penasaran. Masih dalam pegangan tanganku, tangan Marlena kugenggamkan pada batang kontolku yang sudah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada kontolku, dia pun mulai berani melihat ke arah kontolku.
"Iiiih…takut ah…gede banget sih…!" ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa bimbinganku lagi.
"Aaaah…ooouw….terus Len…enak banget…!" aku mulai merintih. Sementara Marlena sesuai permintaanku terus menggenggam kontolku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya semakin menjadi melihat kontolku yang sudah ngaceng itu.
"Aku boleh pegang-pegang kamu nggak Len…?" ungkapku sambil mulai mengusap-usap lengan Marlena, lalu bergeser mengusap-usap punggungnya, sampai akhirnya ku usap-usap dan kuremas-remas pantatnya dengan lembut. Marlena terlihat bingung atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh bagian tubuhnya, sampai sesekali Marlena menggelinjang kegelian, aku berusaha untuk tidak terlihat kasar olehnya, agar dia tidak kapok dan tidak menceritakan ulahku itu kepada orang tuanya.
"Gimana Len…….?" ungkapku padanya.
"Gimana apanya…!" jawab Marlena polos.
Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Marlena pun diam saja saat aku memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang dipakai Marlena membuatku semakin bernafsu padanya. akupun terus menggesek-gesekkan batang kontolku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelan-pelan.
Tak lama setelah itu perlahan kuangkat daster tipis Marlena yang menutupi bagian pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku diatas pantat Marlena yang tidak tertutupi oleh daster tipinya lagi.
"Len….buka ya celana dalamnya….!" pintaku pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu.
"Eeeh….mau ngapain sih….pake dibuka segala…?" tanyanya bingung.
"Nggak apa-apa nanti juga kamu tahu… Lena tenang aja…!" bujukku padanya agar dia bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aku turunkan celana dalam Marlena.
"Tuh kan…..malu…masa nggak pake celana dalam sih…!" ungkapnya merengek padaku.
"Udah nggak apa-apa….kan nggak ada siapa-siapa..!" aku menenangkannya.
"Kamu kan udah pegang punyaku…sekarang aku pegang punyamu ya…Len..?" pintaku padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu.
"Ah..udah dong…geli nih…" ungkap Marlena, saat tanganku mengusap-usap selangkangan dan memeknya.
"Ya udah….punyaku aja yang ditempelin deket punyamu ya..!" ungkapku sambil menempelkan batang kontolku ditengah-tengah selangkangan Marlena tepat diatas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesek-gesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Lama kelamaan memek Marlena mulai basah, semakin licin terasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Marlena, nafsu birahiku semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat.
Masih dalam posisi membelakangiku, aku meminta Marlena membungkukkan badannya ke depan agar aku lebih leluasa menempelkan batang kontolku di tengah-tengah selangkangannya. Marlena pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi dan segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Marlena bahwa aku tidak mungkin menyakitinya.
"Terus kita mau ngapain nih…?" ungkap Marlena heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Lantas aku masukan kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Marlena, menempel tepat pada belahan memek Marlena, mulai kugesek-gesekan secara beraturan, cairan memek Marlena pun semakin membasahi batang kontolku.
"Aaah…Len…enaaaak….bangeet…!" aku merintih nikmat.
"Apa sih rasanya….emang enak…ya…?" tanya Marlena, heran.
"Iya…Len…rapetin kakinya ya…!" pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya.
Waw nikmatnya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Marlena. Aku terus menggenjot kontolku disela-sela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang sudah basah.
"Ah geli nih…. udah belum sih…jangan lama-lama dong…!" pinta Marlena tidak mengerti adegan ini harus berakhir bagaimana.
"Iya…Len… sebentar lagi ya…!" ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Marlena dengan penuh nafsu.
Tiba-tiba terasa dorongan hebat pada batang kontolku seakan sebuah gunung yang akan memuntahkan lahar panasnya.
"Aaaaakh…aaaoww…Leenn…aku mau keluaarr…crottt…crott…crottt.. oouhh…!" air maniku muncrat dan tumpah diselangkangan Marlena, sebagian menyemprot di belahan memeknya.
"Iiiih….jadi basah..nih…!" ungkap Marlena sambil mengusap air maniku diselangkangannya.
"Hangat…licin…ya…?" ungkapnya sambil malu-malu.
"Apaan sih ini….namanya..?" Marlena bertanya padaku.
"Hmm…itu namanya air mani…Len…!" jelasku padanya.
Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu.
Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik.
Marlenapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi.
"Len…makasih ya…udah mau pegang punyaku tadi…!" ungkapku pada Marlena yang masih terheran-heran atas ulahku tadi.
"Kamu nggak marahkan kalau besok-besok aku pengen seperti ini lagi..?" pintaku pada Marlena.
"Iya…nggak apa-apa…asal jangan lagi ada orang aja..kan malu…!" ungkap Marlena polos.
Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu.* *
Mengajarin Anal anak SMU
Nama saya Rudi. Ini pengalaman nyata sekitar 5 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih duduk di semester 7 Universitas P********n Indonesia jurusan MIPA. Nah, sebagai salah satu syarat kelulusan dan penulisan skripsi, kami diharuskan untuk menjadi guru Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke ***-*** atau SMA-SMA di sekitaran Jawa Barat. Dasar nasib, aku kebagian untuk mengajar di sebuah SMU swasta di bilangan jalan Burangrang Bandung. *** atau SMU swasta biasanya terkenal karena muridnya bengal-bengal dan sulit diajar *wadoh*.
Hari seninnya setelah mengurus surat ini itu dari kampus, aku langsung ditugaskan oleh Kepala Sekolah SMU tersebut untuk langsung terjun ke lapangan dan mengajar matematika untuk murid kelas XI. Aku kebagian 4 sesi di kelas pagi dan 2 sesi di kelas siang. Waktu pertama kali aku mengajar di kelas, aku berkata dalam hati "Astaga, ini sekolah apaan? Gua ngomong ga ada yang ngedengerin...mana cewe-cewenya pake rok pendek semua!"
Besoknya aku kembali ke sekolah dengan perasaan galau dan cemas. Jangan-jangan aku salah pilih karir menjadi guru. Aku ngga berbakat mengajar..anak-anak tak ada yang mendengarkan waktu aku lagi bicara". Tapi ternyata ada satu hal yang membangkitkan semangatku. Di sesi kelas sore ada murid perempuan yang bernama Ratih. Kulitnya sawo matang, rambut sepunggung, tingginya kira-kira 158 cm. Mukanya tidak terlalu cantik, tapi manis banget kalau lagi senyum. Dan yang lebih penting, kelihatannya dia satu-satunya murid yang kelihatan antusias kalau aku lagi mengajar. Dalam benakku sempat terlintas hal yang tidak-tidak, namun pikiran itu kubuang jauh-jauh. "Aku seorang guru. Aku akan menjaga integritas almamater dan profesiku" bisikku dalam hati.
Tapi semakin hari kemolekan tubuh Ratih malah semakin menggodaku. Seringkali aku mengintip paha mulusnya dan terkadang terlihat CDnya yang berwarna putih. Apalagi aku tahu dia juga suka padaku. Kalau aku masuk kelas, teman-temannya pasti menggodanya. Sampai suatu hari aku memutuskan untuk mengadakan ulangan pertama untuk anak-anak kelas XI. Lalu hal yang sangat menegejutkan pun terjadi. Waktu aku memeriksa lembar jawaban Ratih, ada tulisan :"Pak Rudi ini nomer hp saya: 0819*********".
Perasaanku campur aduk saat itu. "Telfon jangan yah" kataku dalam hati. Kalau aku telfon, artinya aku sudah menjatuhkan martabat profesiku sebagai guru. Kalau aku tidak telfon, aku akan menyesal karena tugasku sebagai guru PKL hanya tinggal 2 minggu lagi. Akhirnya kuberanikan diri untuk menelfon Ratih malam itu juga. Anehnya, waktu aku telfon, seolah-olah antara aku dan Ratih sudah seperti teman lama. Tidak ada batasan antara guru-murid. Yah, mungkin karena waktu itu juga umurku masih 22 tahun, sedangkan Ratih masih 17 tahun, jadi tidak terlalu jauh. Akhirnya kita janjian untuk jalan bareng hari sabtu sesudah dia selesai kelas olah raga.
Hari sabtu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kita sengaja janjian bertemu di Palaguna...mall butut tapi aman tidak akan dilihat orang. Waktu bertemu, dia masih mengenakan kaus olahraga SMA yang longgar dan rok SMA. Sehingga kalau menunduk, terlihat jelas payudaranya yang montok. Darahku langsung mendidih melihat Ratih. Langsung kukeluarkan jurus-jurus penaklukku:
"Ratih, kita ke tempat kak Rudi aja yuk. Nonton VCD atau apalah. Soalnya kalau dilihat orang ngga enak".
Awalnya Ratih menolak karena awalnya dia mau mengajak makan dan nonton. Tapi karena kupaksa, lama-lama dia setuju juga. Aku girang setengah mati. "Yes..berarti dia bisa dipake" batinku.
Sesampainya di tempat kost-ku,awalnya kita cuma nonton VCD sambil ngobrol-ngobrol. Lama kelamaan, topik pembicaraan kita mulai mengarah ke masalah pacar, sex dll. Karena terbawa suasana, entah siapa yang memulai, tiba-tiba kita sudah berciuman. Bibirku dan bibir Ratih berpagutan saling mengulum penuh nafsu. Wangi mulutnya sangat khas. Lalu dia mulai menjilat-jilat telinga dan leherku. "Buset, kayanya udah ahli ni orang" batinku. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, aku mulai menyisipkan tanganku kedalam kaus olahraga Ratih dan kuremas-remas payudaranya. Nafas Ratih semakin memburu sewaktu kulepas kaus dan BHnya. Meskipun kulitnya sawo matang, putingnya berwarna coklat terang. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin 34B. Tapi sangat padat.
Ratih membalas dan mulai membuka kaus kemejaku. Tangannya masuk kedalam celanaku dan mulai meremas-remas kontolku. Lidahnya menjilat-jilat putingku dan tangannya tidak berhenti meremas-remas kontolku. Tidak sampai 5 menit, kita berdua sudah telanjang bulat. Tak usah disuruh, Ratih sudah langsung menciumi kontolku. Yang sangat membuatku kagum, dia meludahi seluruh kontolku sampai benar-benar basah, mengocoknya, baru mulai menghisap dengan mulutnya dengan gerakan naik-turun. "Edaaan" kataku dalam hati. Pasti dia sering main beginian.
Saking enaknya, baru 3 menit dihisap aku sudah tidak tahan untuk keluar. Spermaku muncrat di ujung mulutnya Ratih. "Yah, Ka Rudi, ko udah keluar lagi?" katanya. "Tenang aja, aku masih bisa kok" kataku. Sekarang gantian aku yang menjilati pussynya. Dia menggelinjang keenakan waktu aku menghisap-hisap klitorisnya. Perlahan-lahan, kontolku naek kembali karena wangi pussynya itu enak banget. Tapi hal yang mengejutkan kemudian terjadi. Waktu aku mau menusuk pussynya dengan jari tengahku, dia menolak. Ternyata dia masih perawan!
Aku masih duduk keheranan. "Hah, kamu masih perawan?" kataku. "Iya" timpanya. "Kak Rudi kaget yah?". Lalu dia bilang "kita petting aja yah..enak juga kok". Ini pengalaman baru untukku. Ternyata enak juga. Jadi posisiku duduk, kontolku dilipat keatas dan dia duduk diatasku sambil menggesek-gesekan pussynya ke kontolku.
Setengah jam berlalu, dia sudah keluar berkali-kali, tapi kontolku malah lecet. "Ratih...kalo gini terus ****** ka Rudi sakit, kita udahan dulu aja yah". Melihat raut muka kecewaku, Ratih terlihat merasa bersalah. "Duh maafin aku yah ka Rudi. Aku udah janji mau ngasih perawanku ke suamiku nanti. Tapi kalau ka Rudi mau, masukin aja ke belakang". Tanpa pikir panjang, karena sudah tanggung akupun menyetujuinya. Aku mulai mengoleskan nivea man dari kepala sampai ujung ******, dan tidak lupa anus Ratih aku tusuk-tusuk dengan jari tengahku.
Setelah Ratih sudah merasa nyaman, dengan gaya doggy style akupun mulai memasukkan kontolku kedalam anusnya dengan sangat perlahan. Untunglah barangku juga tidak terlalu besar, yah paling 12 cm. Ternyata sulit juga karena dia terkadang merasa kesakitan sehingga harus mulai dari awal lagi. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya seluruh kontolku masuk kedalam anus Ratih. Ternyata sensasinya luar biasa. Anusnya sangat sempit dan rasanya seperti disedot-sedot vacuum cleaner. Akupun mulai menggerakan pantatku maju-mundur. Aku menyodomi Ratih sambil tanganku meremas-remas payudaranya dan mulutku menggigit-gigit lehernya. Ratih pun ternyata mengalami sensasi yang luar biasa, karena lenguhannya terdengar semakin keras.
Kemudian kita berganti posisi. Aku duduk disofa dan Ratih jongkok membelakangiku. Ini pemandangan yang luar biasa karena pantatnya yang indah tampak semakin besar. Anus Ratih menggejot kontolku dengan gerakan jongkok naik-turun. Tapi kemudian hal yang tak terduga (tapi sebenarnya sempat terpikirkan) pun terjadi. Tiba-tiba ada aroma tidak sedap yang mampir ke hidungku. Benar saja, ternyata dari anus Ratih mulai mengalir cairan warna coklat yang membasahi kontolku. Meskipun cairan itu sangat sedikit, tapi baunya cukup kentara. Anehnya, aku semakin terangsang. Aku langsung mempercepat genjotanku dan tidak lama kemudian spermaku berhamburan di dalam anus Ratih.
Semenjak hari itu, aku dan Ratih beberapa kali melakukan ritual anal sex sampai kemudian tugasku sebagai guru PKL di sekolahnya berakhir. Aku pernah melakukannya di WC guru, juga sehabis kelas olah raga. Aku juga pernah melakukannya lagi di WC sebuah mall di Bandung. Aku kehilangan kontak dengan Ratih semenjak aku ditugaskan di sebuah *** di Ibukota, dan kemudian menikah dengan rekanku sesama guru.
TAMAT
OHH RINDA KUU
Cerita ini terjadi di saat aku masih kelas dua SMA dengan seorang gadis belia yang masih duduk di kelas dua ***.
Sebut saja gadis ini dengan nama Rinda, dan aku sendiri Ali.
Sekilas tentang si Rinda ini, dia seperti gadis abg lainnya, polos, cantik, dengan buah dada yang masih malu malu menampakkan dirinya dilengkapi dengan bongkahan pantat yang begitu menggoda untuk diremas.
Si gadis ini memiliki sebuah rumah dan sebuah warung yang bersebelahan, jadi setiap siang hari sepulang sekolah dialah yang menjaga warung tersebut.
Singkat cerita, kami bertukaran pin bbm, awal dari pengalaman yang indah.
Di sela sela chatting kami berdua, aku beberapa kali mengajaknya untuk sekedar berjalan memutari kota jakarta, dan dia pun menolak semuanya. Tapi suatu saat dia menerima ajakanku, entahlah apa penyebabnya.
Tibalah hari dimana kami berkencan, malam minggu pukul 7, ketemu di simpang gang rumah, padahal kami ini bertetangga, hahaha
Sesuai tempat janjian, dia datang, dengan mengenakan kaos biru langit yang agak ketat, menonjolkan buah dadanya yang serasa ingin di remas gemas. Dengan celana legging motif kembang kembang pula.
Hmmm, tentu dengan wangi khas abg yang mengunggah selera.
Naiklah dia di kendaraan roda duaku, pada awalnya dia enggan untuk memelukku, tapi apalah daya, jok motorku, yang sedemikian rupa kupapas, yang memaksanya untuk memelukku, "Ahh lembutnya", itulah yang aku rasakan saat dadanya menekan punggungku..
Motorku melaju cukup cepat. Dan membuat pelukannya semakin erat, dan dia berbisik, "Pelan pelan aja bang", terpaksalah aku menurutinya. Dalam perjalanan, aku bertanya, "Mau kemana kita?", dia menjawab, "Terserah abang ajalah." "Gimana kalau kita nonton aja,". "Oke bang".
Meluncurlah kami ke sebuah bioskop, malam minggu di bioskop ini sangat ramai, terpaksalah kami dapat kursi di belakang, deret dua sebelum pojok. Lampu dimatikan, dan film pun dimulai, film ini bergenre horror, terdengar lah suara teriakan para gadis, termasuk gadis manis berkuncir satu yang duduk di sebelahku, dengan spontan dia memeluk tanganku dan memejamkan matanya, aku pun hanya tertawa melihatnya. Dengan sigap, dia mencubit pinggangku seraya berkata, "Abang mah..." dengan sedikit kesakitan aku mencubit kembali hidungnya dengan lembut.
Filmpun berlanjut, tanganku pun masih dipeluk dadanya, sambil sesekali diremas dengan kencang, mengikuti scene scene filmnya... ahh hangat dan lembut dadanya...
Saat ketenggan film mulai menghilang, aku melepaskan tanganku yang sedari tadi di pelukannya, kpindahkan, kucoba merangkulnya, dia pun menerimanya, dengan menempelkan kepalanya ke bahuku. "Ahh, tercium wangi samponya yang begitu menggoda". Aku mencoba merangkul pinggangnya, tanganku terus bergerak mendekati perutnya dan berhenti d isana sambil mengelusnya dengan lembut. Dia semakin merapatkan duduknya. Sambil terus mengelus perutnya, aku mencium atas kepalanya, menikmati wanginya, sambil tanganku yang satu lagi mendekati tangannya yang berada di pahanya..
Kugenggam, kuremas, begitupun dengannya. Setelah selesai meremas tangannya, aku mencoba untuk mengelus pahanya, tanganku ditahan, akupun berhenti tepat dipahanya, tanganku yang sedari tadi mengelus perutnya, mulai mencoba mendakit bukit indahnya, saat mencapai tujuannya, si Rinda berkata," Bang... Jangan...", tanpa memindahkan tanganku yang berada tepat di puncaknya. Seolah olah tidak mendengar, aku pun mulai mengelus puncak itu dengan lembut sesekali meremasnya, dia hanya terdiam, dan terasa tanganku yang sedari tadi di pahanya, diremasnya.. aku mulai meningkatkan permainanku dengan lebih banyak meremas buah dadanya, pelan pelan, semakin lama semakin kuat, terasa sekali buah dadanya yang menegang, ukuran yang pas sekali dengan genggamanku, terdengar lirih suaranya, desahan yang begitu menggairahkan...
Selagi sibuk meremas dada indah itu, tanganku yang satu lagi berusaha melepaskan diri dari genggamannya, dan berusaha mengelus paha itu, keatas kebawah, sampai mendekati bagian intimnya, ya intimnya, yang tercetak menggembung dengan jelas. sesekali aku mengelus bagian itu, dia pun terkaget, dan menatapku, aku pun pura pura tidak tahu hahaha.
Aku pun menoleh kearahnya, kami bertatapan, selagi tanganku meremas dadanya, tanganku yang mengelus pahanya, naik jauh keatas, memegang dagunya, menariknya, mendekati wajahku, matanya terpejam, saat bibir kami hampir bersentuhan.
Tiba tiba saja, wajahnya berpindah haluan, alhasil yang tercium adalah lehernya, kepalang tanggung, aku cium lehernya, aku emut dan tinggalkan sebuah bekas diakhiri dengan "Ahh" dari bibir mininya.
Setelah percobaan pertama untuk menikmati bibirnya gagal, percobaan kedua pun dimulai. Percobaan kedua ini kelihatannya akan berhasil. Saat bibir kami bertemu, terasa hangat deru napasnyaa. Aku mulai menjilati bibir manis tanpa lipstiknya, berharap bibirnya terbuka, setelah terlalu lama menjilati bibirnya, rasanya bibirnya tak terbuka terbuka, dengan sigap aku membisikkan mantranya," Dibuka aja bibirnya, sayang". Dia hanya membalas "Hmm..." Percobaan ketiga pun dimulai, saat bersentuhan, dia langsung membuka mulutnya, aku langsung memanfaatkan kesempatan itu. Memasukkan lidahku, memutar lidahku didalamnya,"Ahhh keliatan sekali jika dia baru pertama kali melakukan ini", aku mencoba melilit lidahnya dengan lidahku, lidahnya hanya diam saja, lambat laun lidahnya mulai bergerak gerak, membentu-benturkan lidahnya, seakan mendorong lidahku keluar dari mulutnya. Aku pun tak mau kalah dalam pertarungan itu, dan memulai serangan balik. Cukup lama pertarungan itu, aku mulai melepaskan bibirku, dan terdengar "Pluk". Kulihat dirinya terengah engah. Keringatnya membasahi keningnya. "Ahhh manis sekali..."
Kembali kami berdiam diri, aku lihat jam, "Ahh baru jam 8.30, masih tersisa 45 menit lagi, sampai film ini habis..."
Suasana seakan kaku, aku mencoba menarik perhatiannya...
ML Dengan Anak MAJIKAN
erita ini adalah pengalaman pribadi dan bukan fiksi. Pengalaman ini sangat membekas di ingatanku karena termasuk pengalaman sex ternikmat yang pernah aku alami. Saya adalah seorang karyawan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pemasok alat-alat berat untuk pertambangan. Jadi saya sering keluar kota untuk menangani proyek2 dari perusahaan tempat saya bekerja. Dan kebetulan saya dapat proyek ke satu daerah di provinsi sumatra. Ada proyek dengan perusahaan tambang di daerah tersebut.
Untuk tempat tinggal perusahaan menyediakan rumah kantor atau rumah dinas yang berada di dekat daerah pasar kota. Untuk kendaraan biasanya dijemput oleh Pak Surya salah satu driver perusahaan pertambangan disana. Saya benar-benar buta dengan daerah tersebut. Jadi kalo weekend biasanya saya isi dengan kegiatan main game di laptop atau mengecek lagi file2 kerjaan. Pernah sesekali diajak oleh Pak Surya jalan-jalan berkeliling kota. Tidak banyak yang bisa dilihat di kota kecil ini. Gak ada mall, gak ada bioskop, dan tempat hiburan seperti di Jakarta, untuk object rekreasinya pula jauh dari kota. Membosankan dan membuatku rada tertekan.
Suatu ketika pimpinan meminta saya untuk mengirimkan data ke alamat emailnya. Yang jadi masalahnya modem portable untuk browsing internet tidak berlaku di tempat ini, sinyalnya belum bisa mengupload data, bahkan untuk membuka website google aja bisa sampe 15 menit. Terpaksa saya harus mencari warnet. Dan saya coba tanyakan ke tetangga sebelah, Rumah Pak Agus. Awalnya saya memang diberitahu Pak Surya kalo ada apa-apa atau butuh sesuatu yang mendesak bisa minta tolong dengan Pak Agus. Saya langsung bergegas ke rumah Pak Agus dan tidak lupa membawa flashdisk yang berisi file yang harus saya kirim secepatnya.
Saya ketuk pintu rumah Pak Agus dan menekan bel rumahnya, tak lama kemudian pintu di buka. Terlihat seorang Abg manis ketika pintu tersebut terbuka.
"Iya, mau cari siapa Kak?" tanya abg tersebut.
Saya tertegun ketika melihat Abg manis muncul dari balik pintu Rumah Pak Agus. Pasti ini Sarah anak Pak Agus yang paling kecil. Karena kedua kakaknya semua sudah menikah. Pak Surya pernah bercerita sedikit tentang keluarga Pak Agus dan saya sudah beberapa kali ketemu dengan beliau. Namanya sarah, masih *** kelas delapan. Tingginya lumayan untuk anak *** 158cm. Parasnya cantik dan manis dengan lekuk tubuh yang sangat indah untuk seukuran anak ***. Kulitnya putih dan amat mulus tanpa cacat.
Agak lama tertegun akhirnya saya menjawab.
"Sarah ya? Anak Pak Agus? Bapaknya ada dik?"
"Bapak lagi pergi kak sama Ibu, ketempat hajatan temen Ibu."
"Yaaaah, lagi pergi ya? Emmmm, kakak mau tanya nih..., disekitar sini ada warnet gak ya?"
"Warnet? Tempat untuk internetan ya Kak? Disini sih belum ada..."
Dalam hati saya ngedumel dan sumpah serapah. Ya ampun, benar- benar kota terpencil. Warnet aja gak ada.
"Aduh..., serius nih?" jawab saya getir.
"Iya kak..., disini belum ada warnet..."
Mendengar jawaban sarah saya jadi agak bingung. Saya sempat berfikir mau menghubungi Pak Surya untuk menjemput saya ke kantor. Karena di kantor jaringan internetnya lumayan lancar. Karena jarak rumah dinas dan kantor lumayan rada jauh juga. Tapi belum sempat saya cek kontak Pak Surya di hp. Sarah bertanya ke saya.
"emmmm..., nama kakak kak Hadi ya?"
"eh..., iya..., nama saya Putra. Kok Sarah tau...?"
" Ya jelas tau donk kak..., tau dari Ibu Sarah, dan Sarah juga sering liat kakak dijemput oleh Om Surya."
"Haaahahaha..., Sarah sering merhatiin dan liatin Kakak ya?"
"Iya lah..., kakak aja yang jarang keliatan, anteng aja di dalem rumah, paling keliatan pas pagi kalo di jemput Om Surya".
"Hahaha..., habis gak ada temen sih. Pak Surya juga sibuk, jadi bingung mau jalan kemana."
"O iya Kak, kakak cari warnet buat apa?"
"Ada data yang harus kakak kirim secepatnya ke bos kakak..."
"Data penting ya? Kalo gitu pake aja komputer Sarah..., bisa buat internet kok..."
Mendengar jawaban Sarah saya rasanya tertolong. Dan tanpa pikir panjang saya mohon bantuan ke sarah.
"Serius Sar? Bisa internetan? Jadi kakak boleh pake komputernya ya?"
"Bisa dong Kak..., gini-gini sarah juga up to date, sarah minta pasang internet dengan Bapak."
"Wah syukurlah kalo begitu..., makasih Sar sebelumnya..., coba bilang daritadi hehehehehe..."
Akhirnya saya tertolong oleh Sarah. Saya dipersilahkan masuk ke ruang keluarganya karena komputer berada diruang tersebut. Rumah Pak Agus lumayan besar dan bagus. Pada saat itu Sarah lagi ditemani oleh Bibi pembantunya yang sedang asyik nonton TV. Ternyata Sarah lumayan paham soal dunia maya. Dia juga sudah mengenal email, friendster, bloger, serta facebook yang pada saat itu lagi booming di jakarta. Yang pasti karena momen itu saya lebih akrab dengan keluarga Pak Agus juga Sarah. Sarah juga tidak segan-segan lagi padaku. Hubungan kami sudah seperti kakak adik. Saya jadi lebih sering berkunjung ke rumah Pak Agus saat pulang kerja. Sarah juga sering mampir ke rumah dinas saya buat sekedar curhat pasal sekolah atau berbagi pengalaman saya pasal kehidupan di jakarta. Sarah ingin sekali berkunjung ke Dufan. Tapi belum sempat karena kalau liburan Pak Agus selalu pulang ke kota tersebut. Saya juga sering jalan-jalan bermotor berdua dengan Sarah, maklum anak *** di kota ini sudah diperbolehkan naik Motor.
Hingga suatu hari, kebetulan saya pulang kerja agak cepat dari biasanya. Terlihat Pak Agus dan Istrinya mendekati saya. Mereka berencana mau pergi ke kota karena anak pertamanya mengalami kecelakaan. Mereka minta tolong ke saya untuk jagain Sarah. Walaupun ada pembantu tapi mereka masih khawatir karena tidak ada anak laki-laki disitu. Saya sudah dianggap seperti anak sendiri jadi mereka sangat percaya pada saya. Tentu saja saya menyanggupinya. Malamnya sekitar pukul 7 saya langsung ke rumah Pak Agus. Pembantunya terlihat asik nonton tv di ruang keluarga. Sarah terlihat lagi serius di depan komputer.
"Dooor!! Serius amat Sar!!!"
"aaaaaa..., Kak Hadi iseng deh!! Kaget tau..."
"Hahahahaha..., siapa suruh maen FS(Friendster) sampe segitunya..."
"suka suka dong!!! Weeeeee"
Akhirnya saya dan Sarah asyik browsing internet. Dan tanpa sengaja Sarah ter klik iklan untuk orang dewasa. Terpampanglah gambar wanita dan pria yang sedang bersenggama. Sentak saya terkejut dan salah tingkah. Takut dikira ngajarin hal-hal yang gak benar ke sarah oleh pembantunya. Beruntung pembantunya gak liat. Sarah pun tertawa kecil.
"Sarah kok malah ketawa sih..."
"Habis Kakak lucu deh..., seperti ketangkep basah pas maling celana dalem"
"weeeew..., nih anak kecil pikirannya yaaaa"
Setelah 2 jam browsing internet pembantu Sarah pamit ke saya mau istirahat. Saya juga tau kebiasaan sarah yang tidurnya jam 12an. Dan kami tetap asyik browsing internet berdua dengan sarah. Tak lama kemudian sarah bertanya.
"Kak, kakak pernah cium cewek belum?"
Terkejut dengan pertanyaan sarah, aku coba jawab enteng.
"Loh..., kok nanya gituan sih?"
"emmm..., temen sarah disekolah sering banget cerita dengan bangga kalo mereka udah pernah dicium oleh cowok mereka."
Mendengar kata kata sarah entah kenapa naluri iblis mulai merasuk perlahan di tubuh saya. Yang semula gak mikir macem-macem jadi berfikiran kotor dan mulai menerawang kemana mana. Fantasi liar mulai tergambar jelas di otak saya. Saya pun mulai sadar kalau dari kemarin saya ditemani oleh bidadari mungil yang sangat menggoda. Iblis mulai berkuasa.
"Emangnya Sarah belum dicium cowok Sarah?" jawabku enteng.
"Sarah gak ada cowok Kak..."
"aaah..., bo'ong banget!!! Cewek model Sarah gak punya cowok... Sarah tuh manis loh.. cantik pula.."
"Eh..., bener nih Sarah manis? Emang Kak Hadi suka ama Sarah?"
Mendengar pertanyaan tersebut saya benar-benar tak sadarkan diri. Nafsu pun tidak terbendung lagi. Tapi saya mencoba untuk tenang.
"Yah jelas dong..., Sarah cantik dan ngegemesin..." jawabku agak bercanda.
"Kak Hadi..., Sarah suka sama Kakak, Sarah serius loh." jawab Sarah dengan wajah serius.
Sayapun reflek mencium bibir mungil Sarah. Saya lakukan sehalus mungkin. Saya lumat bibir Sarah perlahan dengan sangat sangat halus. Sekitar 15detik saya lepaskan ciuman saya ke bibir sarah. Sarah terdiam seperti patung.
"Maaf..., Kakak lancang Sarah..."
Sarah dengan cepat memeluk saya dengan erat sekali. Dan bertanya.
"Kak Hadi beneran sayang dengan Sarah?"
Saya pun mencoba melepaskan diri dari pelukan sarah perlahan dan melihat ke arah matanya yang berbinar. Dan saya jawab.
"Kak Hadi sayang dan cinta dengan Sarah"
Sarah berdiri dan memeluk leher saya. Menatap saya dengan dalam. Dan tanpa sadar Sarah mencium bibirku. Terasa sekali kalau ini adalah pertama kalinya bagi Sarah berciuman. Cara berciuman Sarah masih kaku.
Mendapat respon seperti ini oleh Sarah. Kesempatan pun tidak saya sia - sia kan. Umur saya waktu itu 23 tahun. Wajah saya pun masih terbilang masih mirip anak SMA daripada orang yang sudah kerja. Jadi saya pikir wajar kalau anak seumur Sarah jatuh hati dengan saya. Setelah 5menit saya dan Sarah berciuman. sarah pun melepaskan ciumannya dengan nafas yang terengah-engah. Saya pun tersenyum...
"Sarah belajar ciuman darimana hayooo?"
"Aaaaah..., Kak Hadi..., Sarah sering liat di internet sama tv."
"Hihihihi..., tapi ciuman sarah masih belum teratur"
"Kak Hadiaaa..., malu ah..." jawab sarah merona.
"Hahahhah..., Kakak paham kok..., ini yang pertama kali ya?"
Sarah hanya mengangguk dan tersipu malu. Malam itu Sarah benar benar membuatku bernafsu. Walau Sarah mengenakan Baju tidur tertutup. Namun otak ini mulai berfantasi liar dan tak terbendung membayangkan isi dalam pakaian Sarah malam itu. Modus pun dijalankan.
"Sarah mau gak kalo kita ciuman lagi yang mesra. Dijamin selain mesra dan romantis Sarah bakal ngerasain hal yang enak banget."
Sarah senyum - senyum malu dan menjawab.
"Boleh Kak..., Sarah penasaran deh apa sih rasanya ngelakuin kayak gitu setelah orang pacaran ciuman."
Mendengar hal tersebut dari mulut Sarah. Saya yakin apa yang dilihat sarah lebih dari sekedar ciuman. Inilah zaman modern,anak kecil juga akhirnya tau sebelum waktunya gara2 media elektronik yang terkesan terlalu bebas dan tanpa pengawasan dari orang tua. Tapi hal ini justru mempermudah akal bulus saya berjalan lancar di malam tersebut.
"Sarah yakin mau coba...?"
Sarah hanya menganggukan kepala dan masih tersipu.
"ok, tapi janji ini rahasia kita berdua..."
"Sarah janji Kak."
"Kita lanjutin di Kamar Sarah gimana? Soalnya gawat kalo ketahuan Bibi pembantu Sarah..."
" Boleh Kak..., kita ke kamar Kakak sarah aja di lantai 2 sebelah kamar Sarah. Bibi juga kalo tidur udah kayak mayat."
Tanpa Ba Bi Bu saya dan Sarah langsung ke lantai 2 tempat kamar kakaknya. Sarah mengambil kunci kamar kakaknya di kotak penyimpanan kunci. Dan lumayan, kamar kakaknya masih tertata rapih dan bersih. Kalo di rumah saya kamar kakak saya udah jadi gudang.
Setelah memastikan keadaan aman. Saya dan sarah mulai melanjutkan pelajaran terlarang tersebut.
Saya dan sarah duduk berhadapan di ranjang. Saya tatap mata Sarah lekat-lekat dengan penuh arti. Sarah pun membalas tatapan tersebut. Kitapun tersenyum kecil bersama. Saya mulai membelai rambut sarah dari bagian poni turun ke arah telinga kiri Sarah. Saya turunkan dan merangkul leher Sarah dengan tangan kanan saya untuk mendekatkan wajah Sarah ke arah saya.
Kamipun berciuman dengan lembut. Saya ajarkan ciuman ke Sarah perlahan demi perlahan. Naluri sarah dengan baik menerima respon yang kita lakukan bersama. Bibir kami berpagutan lembut dan sarah mulai terbiasa dengan hal tersebut. Nafas Sarah mulai terengah-engah desela ciuman yang berlangsung.
Saya mulai gigit perlhan bibir bagian atas Sarah. Dan sarah pun mendesah lembut.
"ah..."
Saya mulai memainkan lidah saya di dalam mulut Sarah..., dan lidah sarahpun mengikuti tempo permainan lidahnya dengan baik. Saya tingkatkan lagi tempo ciuman kami dengan nafas yang tersengal-sengal. Kondisi mulai memanas..., saya dan sarah terus berpagutan tanpa henti. Selang sekitar 20menit berciuman..., Sarah melepaskan bibirnya dengan wajah yang bernafsu dan memerah padam. Sarah tersenyum manis sekali.
Saya mulai mencium bibirnya lagi. Dan kali ini saya tambahkan belaian halus ke bagian leher belakang sarah...,lalu ke arah telinganya..., sarah pun reflek menaiki kakiku. Posisiku duduk bersila dan sarah berada tepat diatasku. Sarah memeluk leherku dengan tetap melumat bibirku dengan nafsu.
Saya mulai berkonsentrasi perlahan memasukan lengan kanan ke baju tidur sarah. Saya usap perut sarah perlahan. Lalu saya coba raba buah dada Sarah. Saya terkejut, ternyata buah dada sarah lumayan berisi. Saya semakin penasaran untuk melihat tubuh sarah tanpa sehelai benang pun. Namun saya harus tetap mempertahankan tempo permainan agar Sarah merasa nyaman.
Masih berciuman dan meraba payudara Sarah. Tangan saya keluar perlahan dari baju tidur sarah. Saya mulai melepas kancing baju. Sarah dari atas sampai ke bawah. Perlahan namun pasti hingga berhasil kutanggalkan baju tidurnya. Saya lepaskan ciuman bibir Sarah dan mulai menciumi leher Sarah. Saya jilat perlahan leher Sarah dan saya berikan kecupan demi kecupan kecil.
Saya ubah posisinya dari duduk diatas pangkuan dengan merebahkan Sarah ke posisi tidur. Sarahpun benar benar pasrah dan menikmati permainan ini.
Saya lihat dengan jelas keindahan tubuh anak ini. Saya mulai dengan ciuman kecil di bagian perut Sarah saya jilati bagian pusar Sarah dan bergerak kearah payudaranya.
Sembari mendartkan ciuman halus saya perlahan melepaskan BH sarah dengan lembut. Dan terpampanglah bukit kembar Sarah yang ranum dan sangat indah. Putingnya masih merah muda merona belum terjamah. Secepat kilat saya remas perlahan bagian kiri dan kanannya bersamaan.
"sssssssshh.....haaah..., ssshhhh ah"
Sarah mulai mencoba menahan desahannya. Bibirku mulai mengarah ke payudara Sarah. Kumulai dengan jilatan jilatan di bagian sekitar puting. Sarah mulai menggelinjang tak karuan dan tetap mencoba menhan desahannya.
Saya mulai sedotan ringan dan menjilati puting Sarah bergantian secara lembut.
"sssssssh....ah...,aw...aa aah. ..., sssssshhhh"
Mendengar desahan Sarah..., tempo permainan agak saya percepat...
Saya kecup lagi bibir sarah..., sembari tetap meremas payudara sarah bergantian.
Perlahan saya turunkan belaian jemari ke arah CD nya Sarah. Saya usap celananya perlahan....
"aaaaaaaaaaargh...., sssssssshhh...mhhhhmmmmhhh!!!"
Desah sarah di sela pagutan bibir kami. Jemari sayapun mulai menyusup masuk ke dalam CD Sarah yang telah basah. Wah, sudH mulai basah nih ABG. Pikir saya dalam hati. Dan saya terkejut. Saat saya mengusap bagian vagina Sarah ternyata masih licin belum ada bulu. Saya mulai penasaran dengan bentuk vagina Sarah. Ciumanku pun saya turunkan dari bibir ke leher lalu ke payudara Sarah..., dan langsung ke arah perutnya. Selam saya memainkan lidah di perut Sarah perlhan saya tarik celana dan CD Sarah bersamaan. Dan saya lihat tubuh Abg ini tanpa sehelai benang.
Saya menelan ludah. Betapa beruntungnya aku mendapatkan Sarah.
Payudara yg indah dan vagina yang merona tanpa bulu. Tubuh sarah yang mulus, putih bersih terpampang jelas dimata saya. Lama sya perhatikan tubuh sarah. Kinikmati pemandangan indah itu setiap lekuknya.
"Sarah..., bodi sarah tuh sexy banget..." kalimat spontan yang terucap.
Sarah pun yang daritadi terpejam kenikmatan membuka mata dan mengatur nafasnya. Wajahnya menunjukan ekspresi penasaran yang luar biasa dari permainan ini. Sarah mulai menarik tubuhku untuk menidurinya. Sarah mulai ganas melumat bibirku.
Saya pun mulai memberikan perlawanan agresif. Saya lumat setiap jengkal tubuh sarah. Saya kecup bagian bagian intimnya. Dari payudara hingga vaginanya yang masih mulus. Saya jilati klitorisnya dan saya hisap2 vaginanya. Saya masukkan lidah saya ke vaginnya yang sangat basah. Siap dimasuki rudal kepunyaan saya.
Sssssssshhhhh....ah...ah ah ah....aw....sshhhhh...mmmmmmmm hhhhh....
Sarah terus mendesah tak karuan oleh permainan lidahku. Serangan demi serangan terus saya lancarkan dan akhirnya...
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah....hah.. .hah...ah...
Sarah keluar! Saya pun kaget..., belum sempat permainan inti Sarah sudah keluar duluan. Nafasnya tersengal...., Sarah mengambil bantal dan menutup wajahnya demgan bantal tersebut.
Dibukanya kembali wajhnya. Penuh dengan ekspresi terpuaskan dan senyum kecil yang indah.
"Enak Gak Sar?"
Sarah masih terengah engah memulihkan nafasnya...
"Kak Hadiaaa..., enak..., enak banget...."
Saya mulai beranjak dari vagina Sarah. Saya lepas semua pakaian saya yang belum sempat saya buka selama permaianan terlarang ini berlangsung.
Saat saya hendak melepas CD saya. Saya kaget..., tiba tiba sarah berinisiatif melepas CD saya. Sarah terbelalak melihat isi dalam CD saya. Penis saya berdiri dan keras luar biasa. Penis saya yang berukuran sedang dengan panjang 15cm dipandanginya dengan seksama.
Perlahan wajah Sarah mendekat dan mengecup penis saya..., sontak saja saya merasakan nikmat yang tak terkata.
"Sarah sering nonton film blue ya?"
"hihihihi" sarah tersenyum manja.
Sarah mulai memberanikan diri untuk memegang penis saya dan diusapnya perlahan. Dikocoknya perlahan dan mulai dia masukan ke mulutnya. Sensasi kenikmatan membuat saya terdiam dan menahan rasa geli dan juga nikmat secara bersama. Namun sayang Sarah masih belum berpengalaman untuk hal BlowJob. Mulunya yang mungil hanya bisa merengkuh 5cm penisku.
Giginya masih sering terasa menggores kepala serta batang penisku. Nikmat dan sakit sakit ngilu.
Saya lepaskan kuluman Sarah. Karena saya tidak sabar untuk melnjutkan ke ronde exekusi.
Saya baringkan Sarah perlahan. Saya lumat bibirnya perlahan. Saya belai payudaranya. Saya buat rasa yang amat nyaman terhadap dirinya.
"ssssshmmmmmmmhhhh..mmhhhh ahhh h"
Sarah mulai bergirah memuncak lagi..., tubuhnya mulai menggelinjang diikuti suara desahan yg di tahannya...
Dalam posisi saya meniduri Sarah. Saya usapkan penis saya ke vagina Sarah. Saya biasakan bibir vagina Sarah menerima penis saya. Masih saya lumat bibir sarah yang ranum tangan kiri memainkan puting payudara sarah. Dan tangan kanan mencoba membiasakan penis di vagina Sarah. Setelah terasa amat basah.
Saya ubah posisi dengan posisi misionaris. Saya buka paha sarah lebar lebar. Saya pandangi Sarah yang pasrah sepenuhnya. Saya agak pesimis dengan ukuran penis saya. Apakah bisa masuk di vagina Sarah yang mungil ini. Saya mulai tempelkan kepala penis saya di bibir vagina Sarah. Saya usap usapkan perlhan dan menekannya lembut.
"Tahan sedikit ya Sar..., nanti lebih enak dari yang tadi..., tapi coba untuk tahan...
Sarah mungkin belum mengerti maksud saya tadi. Dengan menekan berat tubuh ke tangan kiri dan kedua kaki saya. Tangan kanan terus mencoba mengusap penis ke vagina sarah. Perlahan saya berikan tekanan sedkit demi sedikit.
"aw....ssssshhhhhh...
Sarah menjerit kecil.
Kepala penis saya sudah mulai tak terlihat. Saya berikan tekanan lagi secara perlahan dan sangat hati2.
Saya tidak mau permainan inti menjadi rusak karena mood Sarah berubah karena rasa sakit. Saya lumat perlahan lagi bibir sarah..., dan saya coba berikan tekanan lagi.
Setelah mencoba kurang dari 10 menit dan dengan susah payah akhirnya penis saya menghujam vagina sarah 90%. Saya pandangi wajah Sarah yang menhan rasa sakit namun tetap menvoba rilex.
Saya peluk tubuh sarah. Saya mulai memberikan kecupan lembut di bibirnya, leher, serta payudaranya. Kubiarkan Sarah membiasakan penisku yang sudah masuk keliang vaginanya. Penisku terasa dicengkram kuat sekali oleh vagina Sarah. Tubuh Sarah tegang belum terbiasa menhan rasa perih dari penis saya.
Wajah Sarah yang cantik itu masih terlihat meringis kesakitan.
Saya mulai berikan stimulasi ke tubuh sarah. Dan setelah beberapa menit kemudian. Kurasakan Vagina sarah mulai menerima penisku. Perlhan kutarik keluar dan perlahan kumasukan kembali.
"sssssssssssssh.....ah.... .aaa aaaah....."
Lenguhan panjang sarah mulai menandakan kenikmatan permainan ini menjalar di tubuhnya. Namun tempo permainan masih tetap kujaga hingga kubenamkan penisku dalam dalam ke vagina Sarah. Saya tidak menyangka kalau penisku bisa masuk seluruhnya. Dan yang membuat saya agak down pada saat darah keperawanan Sarah mulai keluar dari sela penisku. Dengan bergerak perlhan saya ambil baju saya untuk dijadikan alas agar darah keperawanan Sarah tidak mengotori ranjang kakaknya.
Setelah beberapa lama dengan tempo yang halus. Saya merasakan Vagina Sarah mulai lancar, basah namun tetap mencengkram kuat. Saya percepat gerakan maju mundur pinggul saya. Kenikmatan yang tak terkata benar2 saya rasakan dimalam itu.
Wajah sarah mulai berubah..., yang semula meringis kesakitan. Kini berubah dengan wajah penuh kenikmatan.
Desahan Sarah mulai terdengar. Suara nafasnya menjadi berat. Namun sarah tetap menjaga suara desahannya terkontrol agar tidak terdengar sampai ke lantai bawah.
Mmmmmmmmmmmhhhh...., aaaaargghh...ahhhhh....mmmmmmm mmhhh...ssshhhhhhh....
Saya terus menambah kecepatan pinggul saya. Vagina Sarah terasa nikmat sekali. Penis saya mulai lancar sekali keluar masuk dari vagina Sarah. Dengan bunyi bunyian saat pangkal penis dan vagina kami saling beradu.
Tubuh sarah mulai terasa kejang.
Aaaaaaaaaah....., ssssshhhhhh...argh....awwww... ahhhhhhhshhhhhhjmmmmmmmmmmm... ...mmmmmhhh
kak Hadiaaa.... Ahhhh.....Sarah gak tahan....ssssshhhhhhhhh....
Mendengar deshan Sarah saya tak perduli lagi dengan sekitar. Gerakan saya semakin meliar. Merengkuh setiap detik kenikmatan tubuh Sarah. Saya remas payudaranya agak keras. Saya percepat gerakan saya.
Desahan sarah meledak tak karuan.
Sarah memeluk saya dengan erat..., menggigit punggung kiri saya. Mendesah dan menikmati permainan ini.
Aaaaah.....shhhhhhhh.....
Mmmmmmmmh......sssssssshhhhhss hhhhhh...aw....ahhhrghhharghhh ....
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarr rrghhh.......
Lenguhan panjang Sarah tanda dia mencapai kenikmatan terdengar sangat indah..., diikuti vaginanya yang sangat kuat mencengkram penis saya...dan tubuhnya yang menggelinjang liar serta kedua pahanya kejang. Pupil mata Sarah membesar dan lenguhan nafas panjang diikuti senyuman kecil menghiasi wajah indahnya.
Kuhentikan sejenak permainan. Dengan penis yang masih ada di dalam vagina Sarah saya bisa rasakan vaginanya berdetak di penisku.
Saya belai rambutnya sarah. Saya kecup lagi bibirnya. Saya biarkan Sarah menikmati Orgasmenya yang kedua kalinya.
Sarah tak berkata-kata apa apa padaku. Wajahnya tersirat kebahagian yang am sangat. Bibirnya tersenyum tanpa henti melihat ke arahku.
Kucabut penisku dan kubersihkan darah keperwanan sarah. Saya lihat sarah tidak merasa bersLH sedkitpun atas apa yang terjadi.
Setelah beberapa saat kemudian, saya ubah posisi dengan Sarah membelakangiku. Saya berniat mencoba gaya doggy style ke Sarah. Saya hujamkan penis ini ke vaginanya dari belakang. Dan tidak seperti di awal tadi. Kali ini penis saya mudah masuk ke vagina Sarah.
Pertama kali mencoba gaya ini, GSpot Sarah tersentuh dengan sempurna.
Sarah mendesah hebat....
Aaaaaaaaaaaaarghhhhhhh.....
Sssssssssshhhaaaaah.....
Mmmmmmmmmmmmhhhhh...
Saya mulai genjot Sarah dari belakang dengan perlhan dan kemudian mempercepat gerakan. Sarah terkulai lemas tertelungkup menikmati gerakan saya.
Bokong sarah aku tampar halus.
Aaaaww...., Kak Hadi nakaaal...
Kata sarah manja.
Jelas mendengar suaranya yang manja malah menambah nafsuku memuncak..., kubalik tubuh sarah dengan posisi terlentang. Dan ku goyang Sarah dwngan posisi misionaris. Darah mengalir cepat dan aku rasakan ada sesuatu yang akan meledak di penisku.
Kupercepat genjotanku ke tubuh sintal Sarah.
Dan untuk ketiga kalinya Sarah Orgasme.
Aaaaaaaaaaaaaaah......, sssssssssshhhhaaaaaaaaaaaaaaaa rrrrrrrggggggjhhhhttttt....aaa aahahhhh....
Aaaah.....
Ssssaaahhhhaaaaaaaaaah....
Dan saya tidak bis menahan lahar yang akan meledak dari penisku ini. Ku cabut penisku dan ku hujamkan ke arah mulut Sarah.
Dan seketika lahar saya pun meledak di rongga mulut sarah..., Sarah saya suruh menelan air mani saya.
Dan dengan nikmat dia menghisap serta menjilati air mani saya sampai habis.
"gurih Kak..., sarah Suka..."
Saya hanya tersenyum puas dan memandang sarah. Saya pun berbaring lemas di sebelah Sarah. Sarah memeluk saya swmbari tetap mengatur nafasnya.
"Sar, kita maen gini udah gak peduli lagi kalo bibi bangun dan dibrak ni kamar"
"Aduh kakak..., mau kakak jerit kenceng juga bibi gak bakal denger. Nih kamar kedap suara Kak." jawab sarah manja.
"serius Sar? Tapi kok daritadi Sarah kok nahan desah gitu...?"
"hehehee..., Sarah kan maluuuu"
"oalaaaaaaah....,sarah...s arah ..., mau lanjut lagi gak..."
"Boleh kak...., hayooooo!!!"
"Jiaaaah...., ketagihan yaaaaa? Nanti gimana kalo Bibi bangun...?"
"Santai aja Kakak..., Kita pindah ke kamar Sarah mainnya. Nanti kalo udah selesai kakak keluar dari jendela kamar Sarah ke kamar Kakak Sarah. Kan kamar ini bisa Sarah bilang kamar tamu aja sama Bibi. Kasihan kan kalo Kak Hadi tidur di sofa. Jadi Kak Hadi bobo di kamar Kakak Sarah. Tenang aja Kak. Belakang rumah Sarah kan pager tinggi jadi gak mungkin dilihat orang dari luar kalo kakak mencuri tubuhku. Wakakakak" Sarah menjelaskan.
"Dodol kamu Sar..., akal bulusnya mantab"
Saya san sarah pun pindah ke kamarnya. Tidak lupa kubuka sedkit jendela kamar kakaknya Sarah buat alibi kalo Saya tidur di kamarnya Kakak Sarah. Di kamar Sarah kami melanjutkan permainan kenikmatan tersebut dengan mencoba variasi gaya. Dan akhirnya kami tidak tidur sama sekali malam itu.
Besoknya Sarah bolos sekolah dan diam-diam ke rumah dinas saya. Pembantunya tidak bakal curiga karena biasanya Sarah sering mampir dulu ke rumah saya saat pulang sekolah.
Pagi itu kami benar-benar tidur. Karena semalaman bergadang ML. Siang hari setelah bangun. Kami berdua melakukannya lagi dan Sarah pamit pulang dengan berpura-pura habis pulang sekolah dan mampir ke rumah saya sebentar.
Hubungan ini terus berlangsung selama 3bulan. Dan hubungan saya mulai renggang semenjak saya pindah tugas ke kota lain.
Sekarang Sarah sudah bersekolah di SMA kota lain di pulau jawa. Dia sudah memiliki kekasih disana. Waktu masih kelas 10 - 11 kita masih sering jadi TTM(teman tapi mesum). Walau kami memiliki kekasih masing2. Namun kami berpendapat sama kalau Sarahlah yang bisa memuaskan saya dalam hal sex. Begitupun Sarah walau sudah pernah ML dengan kekasihnya tapi dia tidak pernah terpuaskan selain dengan saya.
Sekarang Sarah tidak ingin diganggu siapapun. Baik saya ataupun Kekasihnya. Sarah bilang mau konsen buat Ujian Nasional tahun ini.
Saya masih berharap Sarah jodoh saya.
Saya masih nubie. Jadi mohon maaf kalau cerita saya mengandung kalimat yang kurang berkenan.
Terima kasih.
Junior Kampus
Malam itu gue cuma bisa bengong liatin layar laptop. Tugas kuliah udah selesai gue kerjain, waktu udah nunjukin jam 1 tapi gue belum mau tidur. Iseng gue buka situs dating online yang direkomendasiin temen kampus. Banyak cewek yang bisa di'ajak' ke kosan katanya. Cukup lama juga sih gue melanglang buana di situs dating itu. Semua profile cewek gue buka, dari yang amoy, cantik banget, sampe yang biasa aja. Biarpun begitu, gak semua cewek bales chat gue. Biasalah, jual mahal.
Gak lama berselang, ada satu cewek menyambut chat gue. Fotonya cukup menarik. Rambut keriting hitam pendek sebahu, berkacamata, hidung mancung dan bibir tebal. Usianya baru 21 tahun. Lokasinya Jakarta. Setelah ngobrol ngobrol, cewek yang gue sebut dengan Selly ini ternyata junior gue di kampus, tapi beda fakultas aja. Dia angkatan 2011 sedangkan gue angkatan 2009. Dia ngekos di deket kampus, gak jauh dari kosan gue. Gue pun makin penasaran sama dia.
Chat pun berlanjut dari situs dating ke BBM. Chat pun berlangsung sampai keesokan harinya. Sore harinya (Jumat sore), gue coba cari cara buat ketemu. Niat awal gue ketemu ya cuma ketemu, gak ada niat macem-macem. Gue ajak dia buat ngopi bareng di coffe shop deket kosan.
"Sel, ngopi yuk. Di coffe shop yang deket kosan kamu tuh. Mau gak?"
"Hmm, boleh boleh. Jam berapa?"
"Jam 8 gimana?"
"Yah, aku masih ada tugas kalo sekarang..." balasnya singkat di BBM
"Selesainya masih lama ya?"
"Masih nih... Hmm, gimana kalo aku ngerjain tugasnya di kosan kamu aja?"
Gue sedikit bingung balesnya. Gak masalah sih sebenernya kosan gue buat terima tamu cewek karena emang kosan bebas. Gue cuma bingung karena gue belum pernah ketemu dia sama sekali sebelumnya. Setelah gue pikirkan, gue pun mengiyakan kemauannya.
"Boleh Sell. Mau aku jemput atau gimana?"
"Gak usah, aku jalan sendiri aja. Tunggu ya bentar..."
Tanpa menunggu lama, gue pun langsung beberes kamar kosan gue. Ya biar enak lah buat dipake belajar sama cewek ini. Siapa tahu betah dan pengen nginep hehehe.
Gak sampe 15 menit, tau tau Selly BBM gue.
"Gue udah didepan pager kosan kamu nih. Bukain dong.."
"Oke bentar.." Segera gue bergegas turun dari kamar kosan ke depan pager buat bukain pintu.
Begitu pintu di buka, gue agak kaget liat Selly ini, karena ternyata dia gak sama dengan yang terlihat di foto. Dia jauh lebih cantik. Aduhbyung, agak deg degan juga liatnya.
Gue persilahkan dia buat masuk dan ngikutin gue ke kamar gue di lantai atas..
"Ini gakapaapa nih aku belajar di kamar kamu?" Tanya Selly malu-malu.
"Enggak apa kok. Santai aja, Sel. Dikosan ini malah banyak yang ngajak pacarnya nginep sampe berminggu-minggu kok..."
Selly cuma membalas omongan gue dengan senyum kecil.
"Maaf ya kamar aku berantakan..." Ujar gue basa basi begitu Selly masuk ke kamar.
"Ah ini rapih kok untuk ukuran kamar cowok, hahaha" jawab Selly sambil tertawa.
"Yauda tuh kalo mau lanjutin belajar. Perlu pake laptop?" Tanya gue.
"Perlu, tapi aku bawa laptop kok..." Jawab Selly.
Selly langsung duduk di karpet samping kasur gue, mengeluarkan laptopnya dan membukanya diatas meja belajar gue yang kecil. Tangannya sibuk menggeser kursor mencari data di filenya yang banyak di harddisk laptopnya. Gue cuma bisa merhatiin dari belakang. Selly dengan kaos putih lengan pendeknya terlihat cocok dengan badannya yang mungil. Wajahnya manis banget. Plus imut dengan kacamatanya.
"Mau minum apa, Sell?" Tanya gue.
"Gak usah kok gapapa, nanti aku ambil sendiri aja..." Jawab Selly.
"Bener nih? Aku mau sekalian bikin kopi soalnya..."
"Iya bener gapapa kok." Jawab Selly dengan mata yang tak lepas dari laptop.
Gue pun nyeduh kopi buat gue sendiri. Berhubung gue agak dicuekin karena doi sibuk ngerjain tugas, gue pun menyalakan TV dan rokok gue.
Hampir setengah jam berlalu, dan Selly pun sudah menyelesaikan tugasnya.
"Wah, akhirnya selesai juga nih..." Ujar Selly dengan penuh lega.
"Hahaha, akhirnya yah. Buat kapan sih emang tugasnya?"
"Buat Senin kak. Daripada ngerjain besok pas malem minggu kan? Hehehe" Jawab Selly.
Tanpa basa basi, Selly langsung duduk disamping gue dan ikut gue nonton TV.
"Ini kosan kok sepi banget sih kak?" Tanya Selly basa basi untuk membuka obrolan.
"Iya, kan malem sabtu, banyak yang balik kerumahnya. Biasanya sih rame aja sih kosannya"
"Oh gitu, kamu sendiri gak pulang, kak?"
"Enggak, Sel. Minggu lalu baru pulang. Kamu gak pulang?"
Selly hanya menggeleng sambil merebahkan badannya di kasur gue. Gue cuma bisa diem sambil nelen ludah liat badan Selly yang lumayan sintal. Gue baru sadar ternyata celana Selly pendek banget sampe paha putihnya yang mulus bisa gue liat dengan jelas.
3 batang rokok sudah habis gue bakar dan hisap asapnya. Gue pun memberanikan diri buat tiduran di samping Selly. Muka Selly masih fokus melihat TV. Gue pun sok sok cuek tidur disampingnya.
Saat gue pura-pura tidur, gue pura-pura menggeser badan gue dan memeluk Selly. Tangan gue, gue letakan pas diatas toketnya. Gue tunggu reaksinya. Pikiran kotor gue mulai menjalar dan semakin panas. ****** gue udah ngaceng banget.
Ternyata Selly gak bereaksi apa-apa. Dia cuma diem aja sambil tetep nonton TV. Gue pun semakin berani. Gue deketin muka gue ke lehernya. Dia tetep gak bereaksi apa apa. Gue pun mencium lehernya, reaksinya diluar perkiraan. Selly langsung menggeliat dan mendesah begitu gue cium lehernya.
"Hmm, aah, kak ahh.." desah Selly pelan
Gue pun semakin berani. Tangan gue pun gue masukan ke dalam kaos Selly. Gue remes toketnya dari balik bra-nya yang tanpa busa. Gak ada busanya aja gede gini, apalagi kalau pake busa? Ukurannya sekitar 34 C. Bisa bayangin lah, badan kecil tapi toket gede.
Desahan Selly semakin jadi saat tangan gue mencubit kecil putingnya.
"Ah, kak, gelliiii..."
Gue coba buka bra Selly, tanpa perlu banyak usaha, kaos dan bra Selly bisa gue copot dengan mudah. Langsung aja gue isep putingnya.
"ahh, gigit kak. Gigit yang kenceng" Pinta selly sambil mendesah enak. Langsung aja gue gigit gigit putingnya. Desahan Selly makin kencang.
Setelah asik menikmati toketnya, gue susupkan tangan gue ke dalam celana Selly. Bisa gue rasain dari balik celana dalemnya kalo memeknnya udah basah. "Wah, gak bisa nih kalo cuma pegang-pegang doang.." kata gue dalem hati.
Gue buka celana Selly, tanpa sadar Selly mengangkat pantatnya biar gue gampang buka celananya. Gue usap usap memeknya yang bersih tanpa bulu jembut dan udah basah banget. Gue mainin clitorisnya pake jari manis gue, sambil gue tetep gigit gigit putingnya. Selly makin mendesah dengan liar. Pantatnya naik turun seirama dengan gigitan gue di putingnya dan sentuhan jari gue di klitorisnya. Gue pun menghentikan gigitan gue dan langsung menuju memeknya. Gue buka pahanya dengan lebar, keliatan memek pink mungilnya merekah dengan basah yang cukup meningkatkan birahi. Awalnya gue jilat pelan, sambil gue masukin jari gue ke dalam memeknya. Selly cuma bisa melenguh sambil ngejambak rambut gue. Gue makin gila ngejilatin memeknya.
"Ah kak, aku keluaarrr kakkk..." Lenguh Selly panjang.
Gue gak memedulikannya, terus aja gue jilatin sampe Selly narik kepala gue buat keatas. Mungkin karena udah keluar, tau tau Selly yang jadi liar. Dia langsung nidurin gue di kasur, dan ngebuka celana gue. Gak perlu diminta, blow job langsung jadi hadiah buat gue yang udah bisa bikin dia orgasme. Awalnya langsung dilahap abis ****** gue yang udah ngaceng ke dalam mulutnya. Didalam mulutnya, lidahnya muterin ****** gue pelan. Abis itu diisep batang ****** gue dan buah zakar gue. Rasanya? Ah, selalu bikin gue ngaceng kalo bayanginnya lagi. Setelah lama gue gak pernah diblow job, permainan lidah Selly bener bener merangsang dan membuat gue udah mau ngecrot.
" Sell, aku kayanya mau keluar..." Gue sengaja bilang karena gak semua cewek mau kena sperma mulutnya. Gak nyangka, taunya Selly makin cepet ngisep ****** gue. Dan "Aahhh keluar Sel, aku keluarrrr" Selly tetep nahan ****** gue di dalem mulutnya. Ajaib tapi ga ada setetespun sperma yang keluar dari dalam mulutnya. Dia telen semua sperma gue, dan setelah itu dijilat lagi ****** gue sampe bersih.
"Hehehe, suka gak kak?" Tanya Selly sambil nyengir
Gue cuma ngangguk puas.
Selly pun beranjak dari kasur dan mengambil dompet di dalam tasnya. Kaget juga, ternyata dia punya stok kondom di dalam dompetnya.
"Pake ini ya, Kak..." ujar Selly sambil kembali menghampiri ****** gue yang masih tegang. Dibuka kondom dengan satu sobekan dan dipasang di ****** gue. Gue cuma bisa bengong liat cewek cantik yang baru gue temuin beberapa jam yang lalu ini udah duduk diatas gue sambil ngarahin ****** gue yang tegang berbalut kondom ke dalam memeknya yang basah.
"Hmm, gini ya kak...Ahhhhhh" Selly mendesah begitu ****** gue mencoba masuk ke dalam memeknya yang ternyata cukup sempit itu.
"Uggh, Sell..." Gue mendesah sedikit sambil dua tangan gue sibuk meremas kedua toketnya.
"Aaaaah kakak, aaaaaah enak kakkk" Desahan Selly begitu sensual dan erotis di telinga gue. Ditambah gambaran visual gimana Selly menggoyangkan kepalanya kanan kiri, terlihat begitu menikmati seks bersama gue.
Beberapa kali genjotan, gue merasa jengah kalo cuma dibawah gak ngapa ngapain. Gue langsung minta Selly buat berdiri menghadap lemari gue dan nungging. Doggy style sambil diri gini jadi posisi favorit gue, karena gak gampang pegel dan lebih leluasa buat genjot. Selly langsung ngerti dengan apa yang gue mau. Dia rengganggkan kakinya dan membiarkan ****** gue ini keluar masuk memeknya dengan cepat.
"Aaaahh kakakkk aaaah terus kakkk, aaahh terusss..."
PLAK, gue spanking pantatnya, gue tarik pelan rambutnya. Selly terlihat menikmati. Berhubung gue udah sempet keluar karena blow jobnya tadi, giliran kedua ini gue bisa genjot dia sampe dia lemes gak berdaya.
"Aaah terus kak, fuck me pleaseeee, aaaahhhh do me harderrrrr aaaagghhh..." Selly makin meracau begitu ****** gue semakin cepat menggenjot memeknya.
"Aaaahhhhh enak kak, terusss kakkk aaaahhhhhhh...." Desahan Selly benar benar membuat gue semakin jadi buat menggenjot. Setelah cukup lama dengan posisi doggy style, gue arahkan Selly untuk kembali berbaring di kasur. Gue letakan kakinya dipundak gue, biar ****** gue makin dijepit memeknya. Lagi, gue genjot memeknya cepat.
"Aaahh fucccck, aaahhhh fuck meeeee.. aarggghhh"
Gue cuma diem menikmati hangat dan sempitnya memek Selly sambil terus menggenjot ****** gue.
Hampir setengah jam gue lakukan posisi misionaris itu, sampe akhirnya gue merasa akan keluar yang kedua kalinya. Gue pun berbisik sama Selly.
"Aku mau keluar lagi, dimuka kamu boleh?"
Selly mengangguk dan langsung duduk dari tidurnya. Gue langsung lepas kondom, dan kocok sebentar ****** gue sampe akhirnya semua sperma gue keluar dan muncrat di muka Selly. Gue inget banget muka puas Selly pas sperma gue nembak di mukanya. Mulutnya menganga seperti gak mau ada sperma yang terlewat buat dicicipi. Setelah semua sperma gue keluar, lagi lagi Selly jilat ****** gue sampe bersih. Kali ini ****** gue langsung lemes. Selly pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan gue cuma bisa tiduran lemes di kasur.
Selesai dari kamar mandi, Selly langsung tidur di samping gue dan memeluk gue mesra masih tanpa busana.
"Duh kak, maaf ya jadi gini..."
"Lah kok jadi minta maaf? Gak perlu kok, kan sama sama enak heheh"
"ehehe iya sih, abis aku nafsunya gede banget kak?"
"Masa sih? Sama dong..."
Setelah itu gue banyak ngobrol sama Selly. Kita pun sepakat buat jadi sex buddies. Dan sekarang, setiap gue mau, gue bisa minta Selly ke kamar gue buat ngentot dan begitupun sebaliknya saat Selly lagi mau, gue akan ke kosan buat nikmatin memeknya yang gak pernah berkurang nikmatnya.