Selasa, 31 Januari 2017

OHH RINDA KUU

Cerita ini terjadi di saat aku masih kelas dua SMA dengan seorang gadis belia yang masih duduk di kelas dua ***. Sebut saja gadis ini dengan nama Rinda, dan aku sendiri Ali. Sekilas tentang si Rinda ini, dia seperti gadis abg lainnya, polos, cantik, dengan buah dada yang masih malu malu menampakkan dirinya dilengkapi dengan bongkahan pantat yang begitu menggoda untuk diremas. Si gadis ini memiliki sebuah rumah dan sebuah warung yang bersebelahan, jadi setiap siang hari sepulang sekolah dialah yang menjaga warung tersebut. Singkat cerita, kami bertukaran pin bbm, awal dari pengalaman yang indah. Di sela sela chatting kami berdua, aku beberapa kali mengajaknya untuk sekedar berjalan memutari kota jakarta, dan dia pun menolak semuanya. Tapi suatu saat dia menerima ajakanku, entahlah apa penyebabnya. Tibalah hari dimana kami berkencan, malam minggu pukul 7, ketemu di simpang gang rumah, padahal kami ini bertetangga, hahaha Sesuai tempat janjian, dia datang, dengan mengenakan kaos biru langit yang agak ketat, menonjolkan buah dadanya yang serasa ingin di remas gemas. Dengan celana legging motif kembang kembang pula. Hmmm, tentu dengan wangi khas abg yang mengunggah selera. Naiklah dia di kendaraan roda duaku, pada awalnya dia enggan untuk memelukku, tapi apalah daya, jok motorku, yang sedemikian rupa kupapas, yang memaksanya untuk memelukku, "Ahh lembutnya", itulah yang aku rasakan saat dadanya menekan punggungku.. Motorku melaju cukup cepat. Dan membuat pelukannya semakin erat, dan dia berbisik, "Pelan pelan aja bang", terpaksalah aku menurutinya. Dalam perjalanan, aku bertanya, "Mau kemana kita?", dia menjawab, "Terserah abang ajalah." "Gimana kalau kita nonton aja,". "Oke bang". Meluncurlah kami ke sebuah bioskop, malam minggu di bioskop ini sangat ramai, terpaksalah kami dapat kursi di belakang, deret dua sebelum pojok. Lampu dimatikan, dan film pun dimulai, film ini bergenre horror, terdengar lah suara teriakan para gadis, termasuk gadis manis berkuncir satu yang duduk di sebelahku, dengan spontan dia memeluk tanganku dan memejamkan matanya, aku pun hanya tertawa melihatnya. Dengan sigap, dia mencubit pinggangku seraya berkata, "Abang mah..." dengan sedikit kesakitan aku mencubit kembali hidungnya dengan lembut. Filmpun berlanjut, tanganku pun masih dipeluk dadanya, sambil sesekali diremas dengan kencang, mengikuti scene scene filmnya... ahh hangat dan lembut dadanya... Saat ketenggan film mulai menghilang, aku melepaskan tanganku yang sedari tadi di pelukannya, kpindahkan, kucoba merangkulnya, dia pun menerimanya, dengan menempelkan kepalanya ke bahuku. "Ahh, tercium wangi samponya yang begitu menggoda". Aku mencoba merangkul pinggangnya, tanganku terus bergerak mendekati perutnya dan berhenti d isana sambil mengelusnya dengan lembut. Dia semakin merapatkan duduknya. Sambil terus mengelus perutnya, aku mencium atas kepalanya, menikmati wanginya, sambil tanganku yang satu lagi mendekati tangannya yang berada di pahanya.. Kugenggam, kuremas, begitupun dengannya. Setelah selesai meremas tangannya, aku mencoba untuk mengelus pahanya, tanganku ditahan, akupun berhenti tepat dipahanya, tanganku yang sedari tadi mengelus perutnya, mulai mencoba mendakit bukit indahnya, saat mencapai tujuannya, si Rinda berkata," Bang... Jangan...", tanpa memindahkan tanganku yang berada tepat di puncaknya. Seolah olah tidak mendengar, aku pun mulai mengelus puncak itu dengan lembut sesekali meremasnya, dia hanya terdiam, dan terasa tanganku yang sedari tadi di pahanya, diremasnya.. aku mulai meningkatkan permainanku dengan lebih banyak meremas buah dadanya, pelan pelan, semakin lama semakin kuat, terasa sekali buah dadanya yang menegang, ukuran yang pas sekali dengan genggamanku, terdengar lirih suaranya, desahan yang begitu menggairahkan... Selagi sibuk meremas dada indah itu, tanganku yang satu lagi berusaha melepaskan diri dari genggamannya, dan berusaha mengelus paha itu, keatas kebawah, sampai mendekati bagian intimnya, ya intimnya, yang tercetak menggembung dengan jelas. sesekali aku mengelus bagian itu, dia pun terkaget, dan menatapku, aku pun pura pura tidak tahu hahaha. Aku pun menoleh kearahnya, kami bertatapan, selagi tanganku meremas dadanya, tanganku yang mengelus pahanya, naik jauh keatas, memegang dagunya, menariknya, mendekati wajahku, matanya terpejam, saat bibir kami hampir bersentuhan. Tiba tiba saja, wajahnya berpindah haluan, alhasil yang tercium adalah lehernya, kepalang tanggung, aku cium lehernya, aku emut dan tinggalkan sebuah bekas diakhiri dengan "Ahh" dari bibir mininya. Setelah percobaan pertama untuk menikmati bibirnya gagal, percobaan kedua pun dimulai. Percobaan kedua ini kelihatannya akan berhasil. Saat bibir kami bertemu, terasa hangat deru napasnyaa. Aku mulai menjilati bibir manis tanpa lipstiknya, berharap bibirnya terbuka, setelah terlalu lama menjilati bibirnya, rasanya bibirnya tak terbuka terbuka, dengan sigap aku membisikkan mantranya," Dibuka aja bibirnya, sayang". Dia hanya membalas "Hmm..." Percobaan ketiga pun dimulai, saat bersentuhan, dia langsung membuka mulutnya, aku langsung memanfaatkan kesempatan itu. Memasukkan lidahku, memutar lidahku didalamnya,"Ahhh keliatan sekali jika dia baru pertama kali melakukan ini", aku mencoba melilit lidahnya dengan lidahku, lidahnya hanya diam saja, lambat laun lidahnya mulai bergerak gerak, membentu-benturkan lidahnya, seakan mendorong lidahku keluar dari mulutnya. Aku pun tak mau kalah dalam pertarungan itu, dan memulai serangan balik. Cukup lama pertarungan itu, aku mulai melepaskan bibirku, dan terdengar "Pluk". Kulihat dirinya terengah engah. Keringatnya membasahi keningnya. "Ahhh manis sekali..." Kembali kami berdiam diri, aku lihat jam, "Ahh baru jam 8.30, masih tersisa 45 menit lagi, sampai film ini habis..." Suasana seakan kaku, aku mencoba menarik perhatiannya...

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com